Mumpung Belum Hujan, 46 Proyek Infrastruktur Dikebut Pengerjaannya

Mumpung Belum Hujan, 46 Proyek Infrastruktur Dikebut Pengerjaannya. Bahan material tersedia?

Mumpung Belum Hujan, 46 Proyek Infrastruktur Dikebut Pengerjaannya
tribunjateng/dok
ISWAR AMINUDDIN Kepala Dinas PU Kota Semarang 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kota Semarang mengapresiasi upaya Pemkot Semarang yang mendorong dilakukannya percepatan pengerjakan berbagai proyek fisik menjelang akhir 2018 ini. Selain karena faktor hujan, percepatan dilakukan agar tidak ada pekerjaan yang tidak selesai hingga batas akhir kontrak.

Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gapensi Kota Semarang, Devri Alfiandy mengatakan, perlu diantisipasi mengenai ketersediaan bahan material guna percepatan pengerjaaan proyek. Pasalnya, saat ini telah berjalan ribuan proyek di beberapa lokasi dan beberapa daerah.

"Berbagai proyek yang berjalan di beberapa daerah itu rata-rata bahan materialnya sama. Sehingga perlu diantisipasi ketersediaan bahan materialnya. Jangan sampai waktu dibutuhkan justru bahannya tidak ada," kata Devri kepada Tribun Jateng, Senin (8/10/2018).

Ia mencontohkan bahan material U-Dith yang digunakan untuk proyek perbaikan saluran dan drainase. Produksi U-Dith membutuhkan waktu lama sehingga jika tidak dipesan sejak lama, dikhawatirkan tidak mendapat barangnya.

Devri menuturkan, ketersediaan stok bahan material selalu menjadi kendala setiap proyek pemerintah. Untuk itu, kontraktor pelaksana harus mengantisipasinya jika ingin selesai tepat waktu. Di samping itu, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) atau pekerja juga menjadi acuan.

Alasannya, adanya percepatan pengerjaan proyek maka mengharuskan adanya penambahan pekerja. Jika satu di antaranya tidak terpenuhi, maka upaya percepatan yang dilakukan tidak akan berjalan.

"Jika tambahan pekerja dan ketersediaan bahan materiaal terpenuhi, upaya percepatan pasti bisa dilakukan. Jika tidak maka tidak akan bisa," jelasnya.

Terlepas dari hal itu, Devri mengingatkan agar proses percepatan melibatkan seluruh stake holder proyek meliputi kontraktor, konsultan pengawas, pejabat pembuat komitmen (PPKom), hingga pengguna anggaran. Sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaannya.

"Pengguna anggaran atau dinas dan PPKom harus memantau terus pelaksanaan pekerjaan. Jangan sampai terlambat atau selesai tepat waktu tapi acak-acakan seperti 2017 lalu," tegasnya.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved