Suhu di Kota Semarang Naik, Wali Kota Hendi Akan Pasang Kipas Kabut di Jalan-jalan

Berdasarkan data dari Stasiun Klimatologi Semarang, suhu udara di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, mengalami sedikit tren kenaikan

Suhu di Kota Semarang Naik, Wali Kota Hendi Akan Pasang Kipas Kabut di Jalan-jalan
REZA GUSTAV
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) mengunjungi Kampung Batik, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (18/8/2018) pagi ini. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berdasarkan data dari Stasiun Klimatologi Semarang, suhu udara di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, mengalami sedikit tren kenaikan dalam beberapa tahun terakhir.

Tercatat pada 2011 lalu, rata-rata suhu udara di Kota Semarang berkisar pada 27,7 Derajat Celcius.

Angka tersebut terus meningkat, setidaknya hingga 2016 rata-rata suhu di Kota Semarang telah menyentuh kisaran 28,3 Derajat Celcius.

Adapun peningkatan suhu di Kota Semarang tersebut merupakan dampak dari gejalan pemanasan global, yang menurut Orgaisasi Meterologi Dunia (WMO) telah meningkatkan rata-rata suhu Bumi sebesar 1,1 Derajat Celcius setiap tahunnya.

Berdasarkan keterangan tertulis Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang diterima Tribunjateng.com pada hari ini, Senin (8/10/2018), kenaikan suhu di Kota Semarang itupun mendapatkan perhatian khusus dari Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi).

Tak tanggung-tanggung, Hendi mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang menyusun rencana strategis dalam sebuah project bernama 'Semarang Cooling Plan'.

Project tersebut ditargetkannya mampu menurunkan suhu di Kota Semarang agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat di kota yang dipimpinnya itu. 

Dalam project 'Semarang Cooling Plan' itu, Hendi mengungkapkan ada tiga substansi yang akan dikerjakan, yaitu pembangunan 'Semarang Cooling System', gerakan penghijauan di ruang publik, dan gerakan penghijauan di permukiman.

"Dari pemetaan jalan, jalur pedestrian dan ruang-ruang kota, rencananya akan dipasang Mist Fan (kipas kabut) yang terintegrasi sebagai sebuah cooling system,” ungkapnya berdasarkan keterangan tertulis.

"Selain itu, pemetaan wilayah tersebut nantinya juga akan digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan penghijauan di ruang publik, misalnya dengan pembuatan taman atau jalur bunga yang lebih masif,“ imbuh Wali Kota Semarang yang juga seorang politisi PDI Perjuangan itu.

Halaman
12
Penulis: Reza Gustav Pradana
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved