Kendal Beribadat

Akhirnya, Kendal Punya Klaster Kopi

Untuk lebih mengenalkan dan mengembangkan kopi khas Kabupaten Kendal, Pemkab Kendal dalam hal ini Baperlitbang

Akhirnya, Kendal Punya Klaster Kopi
ISTIMEWA
Kendal Klaster Kopi 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Untuk lebih mengenalkan dan mengembangkan kopi khas Kabupaten Kendal, Pemkab Kendal dalam hal ini Baperlitbang menggelar Focus Group Discussion dengan tema "Pembentukan Klaster Kopi Kendal" di Ruang Cendrawasih Tirto Arum Kendal, Selasa (9/10/2018).

Menurut Kasubid Perencanaan Program Ekonomi, Mulyadi, SE, pembentukan klaster kopi merupakan solusi untuk menyatukan para petani kopi, pedagang kopi dan bakul / pengusaha kopi dan pemilik coffe shop di Kabupaten Kendal dalam rangka mengenalkan kopi khas Kendal "Ekselsa" atau kopi beraroma nangka.

"Pada hari ini organisasi Klaster Kopi Kendal dibentuk berikut dengan kordinator wilayah di enam kecamatan yakni Limbangan, Boja, Patean, Sukorejo, Pageruyung dan Plantungan. Lewat organisasi ini semua coffe shop di Kendal menjual dan mengenalkan kopi asal Kabupaten Kendal dan bersatu dalam wadah komunitas kopi 'Klaster Kendal' dan berkomitmen mengembangkan dan mempertahankan ciri khas serta kualitas Kopi Kendal," terangnya.

Sementara Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kendal Harjito menambahkan, setelah klaster dibentuk, diperlukan adanya pendampingan terutama dari instansi terkait yang mengurusi kopi yakni Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia Jember atau perusahaan yang bergerak di bidang kopi dan produk turunannya.

Pendampingan harus diikuti para petani kopi untuk mengikuti aturan tanam dan panen kopi dengan benar sehingga menghasilkan kopi Kendal yang khas dan bermutu dari 2800 hektar lahan kopi yang ada.

"Aturan tanam yang benar akan lebih bagus diikuti dengan menggunakan pupuk non kimiawi sehingga rasa asli terjaga. Penggunaan pupuk kimia lambat laun mengurangi rasa khas kopi dan merusak tanah," ujarnya.

Narasumber lain Asvian, seorang pengusaha coffee shop di Kaliwungu mengatakan, kopi Kendal sngat butuh promosi yang gencar sepert sering ikut expo atau pameran baik khusu kopi maupun kuliner serta acara bersifat bazaar.

"Biaya promosi lebih besar dari pada biaya produksi sehingga diusahakan ada tawaran ikut ekspo dari instansi secara gratis harus dimanfaatkan," katanya.

Sementara itu, pembentuakn Klaster Kopi Kendal terbentuk dengan ketuanya Asvian dan sekretaris Haris yang didampingi 6 koordinator wilayah yakni Riyadi ( Patean ), Tumpuk ( Sukorejo ), Sihab ( Pageruyung ), Sulis ( Plantungan ), Arif ( Boja ) dan Giyanto ( Limbangan ). ( Kominfo / heDJ )

Tags
Kendal
kopi
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved