Kurs Rupiah Melemah: Inilah Prediksi Analis Tentang Kurs Mata Uang Garuda Hari Ini

Rupiah masih akan tertekan oleh faktor eksternal seiring dengan data-data ekonomi Amerika Serikat yang terus menguat.

Kurs Rupiah Melemah:  Inilah Prediksi Analis Tentang Kurs Mata Uang Garuda Hari Ini
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Nilai tukar rupiah kembali terpuruk. Kemarin, kurs spot rupiah melemah 0,36 persen menjadi Rp 14.052 per dollar Amerika Serikat (AS). Serupa, kurs tengah rupiah Bank Indonesia terdepresiasi 0,57 persen ke level Rp 14.036 per dollar AS. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - VP Economist Permata Bank Josua Pardede mengatakan, dalam jangka pendek ini rupiah diperkirakan masih akan berada pada kisaran Rp 15.000 hingga Rp 15.350 per dollar AS.

Rupiah masih akan tertekan oleh faktor eksternal seiring dengan data-data ekonomi Amerika Serikat yang terus menguat.

Penguatan ekonomi AS ini didukung oleh komentar Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell yang mengatakan prospek ekonomi AS sangat positif dan suku bunga kebijakan the Fed diperkirakan akan naik di atas level 3 persen dalam jangka panjang.

Sementara di dalam negeri, Bank Indonesia (BI) baru saja mengeluarkan rilis data cadangan devisa bulan September 2018 yang tergerus hampir 3,1 miliar dollar AS menjadi 114,85 miliar dollar AS.

"Hal ini menunjukkan tren penurunan cadangan devisa sejak awal tahun sejalan dengan langkah BI untuk menstabilkan nilai tukar rupiah," ujar Josua, Senin (8/10/2018).

Namun dia menegaskan, secara umum level cadangan devisa per September 2018 masih aman ditandai dengan beberapa indikator first line of defense BI yakni, seperti rasio cadangan devisa terhadap M2, rasio cadangan devisa terhadap impor, rasio cadangan devisa terhadap GDP dan rasio cadangan devisa terhadap utang jangka pendek.

"Namun demikian, pemerintah dan BI perlu perkuat koordinasi untuk menekan isu pelebaran defisit transaksi berjalan yang serta di saat yang sama mendorong daya tarik pasar keuangan domestik sedemikian sehingga dapat menekan defisit neraca pembayaran," lanjutnya.

Dia juga memerkirakan pengetatan kebijakan BI akan terus berlanjut hingga akhir tahun. BI diperkirakan berpotensi untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps pada kuartal IV tahun 2018 ini, dan 75 bps pada tahun 2019 mendatang.

Di pasar spot kemarin, rupiah sempat melorot hingga level 15.254, meski akhirnya ditutup agak membaik ke posisi Rp 15.218 per dollar AS. Posisi ini melemah 0,23 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Sementara di kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada pada posisi Rp 15.193 per dollar AS.

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved