Meski Mini, Setiap Rumah di Kampung Tematik Agro Krapyak Punya Taman

Tanaman hias, sayuran hijau, hingga tanaman obat-obatan menghiasi sepanjang jalan di lingkungan RW VII Kelurahan Krapyak

Meski Mini, Setiap Rumah di Kampung Tematik Agro Krapyak Punya Taman
Pingky Anggraeni
Gapura Pintu Masuk Kampung Agro Krapyak yang berada di Jalan Watugunung V, Kelurahan Krapyak, Semarang Barat. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menginjakkan kaki di Kampung yang satu ini kita akan merasakan hawa sejuk dan disuguhkan pemandangan indah layaknya sebuah pedesaan.

Tanaman hias, sayuran hijau, hingga tanaman obat-obatan menghiasi sepanjang jalan di lingkungan RW VII Kelurahan Krapyak, Semarang Barat.

Tak hanya itu, bahkan di setiap halaman rumah warga terdapat semacam taman mini yang tentunya semakin menarik perhatian siapa saja yang berkunjung.

Salah satu taman mini yang berada dihadapan rumah warga RW VII Kampung Agro Krapyak
Salah satu taman mini yang berada dihadapan rumah warga RW VII Kampung Agro Krapyak (Pingky Anggraeni)

Sejak tahun 2016 lalu, lingkungan RW VII ini dideklarasikan sebagai Kampung Tematik Agro oleh Pemerintah Kota Semarang sebagai perwakilan Kampung Tematik dari Kelurahan Krapyak.

Berawal dari terbentuknya Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mekar Makmur pada tahun 2014 ini menjadi cikal bakal terbentuknya Kampung Agro Krapyak.

“RW VII ini ditunjuk untuk mewakili Kelurahan Krapyak karena memang sudah memiliki embrio sebelumnya yaitu Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan pada tahun 2014. Selain kami juga sebelumnya sudah memiliki Galeri Krapyak Bersemi yang berisi produk-produk karya anggota Kelompok Wanita Tani ,” jelas Sutanto, Ketua Kampung Agro Tematik Senin (08/10/2018).

Untuk jenis-jenis tanaman yang ditanam warga yaitu sudah ditentukan sesuai dengan KWT masing-masing. Untuk RW VII sendiri tanaman yang menjadi fokus utama yaitu sayur mayur. Jadi ketika memasuki setiap gang nya tak heran jika tanaman sayur mayur lebih mendominasi.

“Setiap RW ataupun KWT fokus tanaman beda-beda yah untuk RW VI khusus tanaman hias, RW VII sayur mayur dan RW VIII khusus tanaman toga. Dan untuk bibit tanaman didapatkan dari KWT, jadi maunya tanaman apa nanti di kasih sama KWT,” tambah Tanto.

Tanaman sayur mayur yang kini di kembangkan di RW VII antara lain seledri, kangkung darat, sawi bangkok, cabai dan masih banyak lainnya. Tanaman-tanaman sayur mayur tersebut ditanam dengan media hidroponik, karena selain untuk menghemat lahan dan tentunya lebih sedap dipandang karena tertata rapi.

Macam-macam sayur mayur yang dikembangkan di RW VII Kampung Agro dan menjadi tanaman utama.
Macam-macam sayur mayur yang dikembangkan di RW VII Kampung Agro dan menjadi tanaman utama. (Pingky Anggraeni)

Tanto mengungkapkan bahwa sayur mayur di RW VII ketika waktu panen tiba biasanya dijual untuk umum dan untuk anggota KWT . Uang yang dihasilkan nantinya akan masuk kas KWT kembali.

“ Uang hasil penjualan kan masuk kas KWT, nah nanti uangnya untuk membeli bibit-bibit tanaman lagi, jadinya kan bisa berkembang,” lanjut Tanto.

Dari pihak Pemerintah Kota sendiri tentunya banyak memberikan bantuan seperti media tanam pipa vertikal, media tanam hidroponik dan lainnya.. Lebih dari itu setiap tahunnya Pemerintah Kota Semarang juga mengajukan pelatihan dan juga pengembangan UMKM yang ada di Kampung Tematik Agro Krapyak ini. (Pingki Setiyo.A/Magang Undip) .

Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved