Umi Azizah Kukuhkan Tim Pora, Orang Asing di Kabupaten Tegal Akan Terpantau

“Saya memandang bahwa pembentukan Tim Pora ini sangat tepat karena keberadaan orang asing di sini cukup banyak,” kata Umi

Umi Azizah Kukuhkan Tim Pora, Orang Asing di Kabupaten Tegal Akan Terpantau
Tribunjateng.com/Akhtur Gumilang
Pengukuhan Tim Pora oleh Plt Bupati Tegal Umi Azizah (tengah). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat, ada sebanyak 14 orang tenaga asing pada tahun 2017 di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Meski keberadaan orang asing itu memberikan manfaat positif bagi kemajuan sektor kepariwisataan, pendidikan dan perkembangan industri, pemerintah tetap diminta harus mempunyai kewaspadaan dini.

Hal itu disampaikan oleh Plt Bupati Tegal, Umi Azizah, saat mengukuhkan Tim Pengawasan Orang Asing (Pora) tingkat kecamatan se-wilayah Kabupaten Tegal, Selasa (9/10/18) siang, di Hotel Grand Dian, Slawi.

Umi menjelaskan, perkembangan dunia global yang membuka peluang pasar bebas tenaga kerja, termasuk Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) telah mendorong meningkatknya mobilitas penduduk asing.

Hal itu terbukti dengan kebijakan sektor kepariwisataan yang ditunjang dengan layanan bebas visa mampu menarik minat wisatawan asing untuk datang dan berkunjung ke Indonesia.

“Saya memandang bahwa pembentukan Tim Pora ini sangat tepat karena keberadaan orang asing di sini cukup banyak,” kata Umi kepada Tribunjateng.com, Selasa (9/10/2018).

Melalui forum ini, Umi meminta agar perangkat pemerintahan mulai dari tingkatan ketua RT, RW, lurah, dan hingga Camat harus mengetahui aktifitas dan keberadaan orang asing.

"Harus terdata dan terpantau. Kita juga harus waspada sedini mungkin," tambah dia.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Pemalang, Supartono menjelaskan, kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan sinergitas, koordinasi, maupun informasi keberadaan perihal kegiatan orang asing di kecamatan.

“Penguatan pengawasan orang asing diharapkan dapat mereduksi pelanggaran orang asing di wilayah kecamatan yang selama ini tidak terjangkau oleh petugas Imigrasi," jelas Supartono.

Nantinya, pendekatan yang dilakukan oleh Tim Pora kecamatan adalah langkah preventif secara dini agar mencegah terjadinya tindak pidana keimigrasian maupun pelanggaran lainnya.

“Dikukuhkannya para Camat sebagai Tim Pora di masing-masing kecamatan ini karena posisi mereka sangat strategis dalam memberikan informasi dan masukan terkait dengan aktivitas orang asing di masing-masing wilayahnya,” imbuhnya.

Perlu diketahui, Kabupaten Tegal memiliki 18 kecamatan sehingga keberadaan Tim Pora menyesuaikan dengan jumlah kecamatan yang ada. (*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help