Viral Video Paspampres Tekuk Jari Warga saat Foto Bareng Jokowi, Ini Penjelasannya

Sebuah video aksi seorang personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) viral di media sosial, baru-baru ini.

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Sebuah video aksi seorang personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) viral di media sosial, baru-baru ini.

Pada bagian awal, video itu menggambarkan masyarakat yang mengerumuni Presiden Jokowi di sela-sela kunjungan kerjanya di Sumatera Utara, Senin (8/10/2018).

Tiba-tiba, ada seorang pria mendekati Presiden Jokowi, kemudian mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya.

Kemungkinan, pose itu dilakukan agar dapat difoto oleh rekannya. 

Salah seorang personel Paspampres yang kebetulan berada dekat pria tersebut dengan sigap mencegahnya.

Ia menutup jari pria itu. Namun yang terjadi, pria berkacamata itu malah mengacungkan jari jempolnya.

Saat dikonfirmasi Kompas.com, personel Paspampres di dalam video itu membantah mengarahkan warga untuk menunjuk jari tertentu.

"Enggak mengarahkan Bapak itu untuk menunjukkan jari telunjuk saja, atau dua jari," ujar sang Paspampres yang enggan ditulis namanya.

"Maksud saya itu, enggak perlu angkat satu atau dua jari. Karena tugas kami-kami ini kan menjaga Presiden juga dari apapun. Makanya tutup jari Bapak itu," lanjut dia.

Namun, si bapak tersebut malah mengacungkan jari jempolnya dan tetap berpose foto di depan Presiden Jokowi. Ia memaklumi dan membiarkannya.

"Ya, sudahlah, namanya juga masyarakat bertemu Presiden kan," ujar dia.

Video itu ramai lantaran netizen mengkaitkan aksi pria dan paspampres tersebut dengan nomor urut calon presiden-calon wakil presiden dalam Pilpres 2019.

Jokowi yang berpasangan dengan Ma'ruf Amin mendapat nomor urut 01. Sementara rivalnya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat nomor urut 02.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Viral Video Paspampres Tekuk Jari Warga, Ini Klarifikasinya", https://nasional.kompas.com/read/2018/10/09/11445821/viral-video-paspampres-tekuk-jari-warga-ini-klarifikasinya.

Editor: m nur huda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help