19 Murid SMA Negeri 5 Semarang Ikuti Pertukaran Pelajar ke Jerman

SMA Negeri 5 Semarang menerima 10 pelajar yang berasal dari Jerman dalam pertukaran pelajar Indonesia dengan Jerman

19 Murid SMA Negeri 5 Semarang Ikuti Pertukaran Pelajar ke Jerman
TRIBUN JATENG/M ZAENAL ARIFIN
Para pelajar dari Jerman yang mengikuti pertukaran pelajar dengan SMA Negeri 5 Semarang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - SMA Negeri 5 Semarang menerima 10 pelajar yang berasal dari Jerman dalam pertukaran pelajar Indonesia dengan Jerman, Rabu (10/10/2018).

Kesempatan tersebut dimanfaatkan para pelajar asal Jerman untuk mempelajari pendidikan dan budaya Indonesia.

Seorang pelajar Heinrich Heine Gymansium, Hamburg, Jerman, Linn mery mengatakan, sangat senang bisa berada Indonesia, khususnya Kota Semarang. Ia mempunyai kesan tersendiri begitu sampai Kota Lunpia.

"Yang saya amati sejak semalam, adalah lalu lintasnya. Kalau di Jerman orang takut melakukan pelanggaran. Karena sistemnya sudah baik. Tapi di Semarang, setiap saya berhenti di lampu merah, saya melihat sepeda motor banyak lalu lalang melanggar. Hal itu sangat membahayakan," katanya, melalui penerjemah.

Meski demikian, Linn sudah lama ingin berkunjung dan mempelajari budaya di Indonesia. Ia mengaku punya pengalaman menarik dan menunggu agar bisa berkunjung ke Indonesia.

"Saya ingin mengetahui kehidupan orang indonesia secara menyeluruh. Saya ingin tahu lebih detil khususnya anak sekolah. Kalau di Indonesia memakai seragam tapi di Jerman memakai baju bebas," ungkapnya.

Oleh karenanya, kesempatan di Semarang ini tidak akan disia-siakan begitu saja. Ia berharap selama berada di Semarang dan SMA Negeri 5 Semarang, bisa mempunyai waktu yang menyenangkan bersama siswa lainnya.

Kepala SMA Negeri 5 Semarang, Titi Priyatiningsih mengatakan, dalam pertukaran pelajar ini, 19 siswanya telah berangkat ke Jerman. Diharapkan mereka dapat mempelajari kebudayaan warga Jerman dan menimba ilmu dari pendidikan yang diajarkan.

"Mereka berada di sana selama sebulan. Begitu juga pelajar Jerman juga sebulan di sini dan tinggal di rumah orang tua siswa kami. Harapannya mereka dapat menjaga nama baik Indonesia dan bertukar budaya tanpa menghilangkan budaya asli," kata Titi.

Selama sebulan itu, lanjutnya, seluruh pelajar Jerman akan mengikuti pendidikan di sekolah layaknya siswa SMA Negeri 5 Semarang. Setiap hari, mereka akan diantar jemput oleh orang tua siswa yang ditinggali. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved