Begini Kisah Pelaku Industri Logam di Kabupaten Tegal yang Berjibaku dengan Pelemahan Rupiah

Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS kembali naik, bahkan menembus lebih Rp 15 Ribu.

Begini Kisah Pelaku Industri Logam di Kabupaten Tegal yang Berjibaku dengan Pelemahan Rupiah
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
karyawan dari PT Gaya Teknik Logam sedang bekerja di pabriknya, Desa Bengle, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Rabu (10/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS kembali naik, bahkan menembus lebih Rp 15 Ribu.

Lemahnya nilai tukar rupiah secara langsung berdampak besar bagi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) di wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Kini, banyak pelaku usaha menjerit lantaran bahan baku yang dibutuhkan harganya naik.

Satu di antaranya adalah para pengrajin atau pengusaha industri manufaktur logam.

Mereka tidak punya pilihan lain kecuali harus mengefisiensi produk.

Direktur PT Gaya Teknik Logam, Sahudin mengatakan, hampir semua bahan baku mengalami kenaikan.

"Dengan dollar naik, kami terpaksa harus melakukan efisiensi produk," ujar Sahudin, saat ditemui Tribunjateng.com, di tempat industrinya, Desa Bengle, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Rabu (10/10/2018).

Dia menyebut, semula harga bahan baku berupa biji besi hanya berkisar Rp 8500 per kilogram.

Tapi sekarang, lanjut Sahudin, naik menjadi Rp 12 ribu per kilogram.

Halaman
123
Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved