Degradasi ke Liga 3, Manajer Persik Kendal Pasrah

Persik Kendal dipastikan degradasi ke Liga 3 musim depan, setelah kalah 1-0 saat bertandang ke markas Persibat

Degradasi ke Liga 3, Manajer Persik Kendal Pasrah
tribunjateng/dina indriani
Pertandingan lanjutan Liga 2 Indonesia pekan ke-21 mempertemukan Persibat Batang dan Persik Kendal di Stadion Moh Sarengat, Batang, Selasa (9/10/2018). Pertandingan sengit ini berakhir 1-0 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, F Ariel Setiaputra

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Persik Kendal dipastikan degradasi ke Liga 3 musim depan, setelah kalah 1-0 saat bertandang ke markas Persibat Batang, Selasa (9/10/2018), di Stadion Moh Sarengat, Batang.

Gol tuan rumah dilesakkan oleh Busari, pada menit ke-68.

Kerja keras skuat asuhan Ricky Nelson untuk menjaga asa keluar dari zona merah pupus kendati masih menyisakan satu pertandingan lagi di Liga 2 wilayah barat menghadapi Persiraja Banda Aceh.

Selain Persik Kendal, tim lain yang dipastikan degradasi yaitu Persika Karawang dan PSIR Rembang.

Manajer Persik, Hermanu Rizal mengaku pasrah dengan situasi yang dialami tim berjuluk Laskar Bahurekso tersebut, sebab, musim depan tidak bisa bertahan di Liga 2.

Menurut Hermanu, sebenarnya Persik sudah melakukan persiapan maksimal dalam mengarungi kompetisi namun harapan tidak sesuai yang diinginkan.

“Saya mewakili pengurus, pelatih, dan pemain, minta maaf yang sebesar-besarnya kepada fans dan masyarakat Kendal. Mungkin Tuhan belum mengizinkan kita bermain di Liga 2 pada musim 2019,” kata Hermanu.

Kegagalan Persik Kendal musim ini disebutnya menjadi pelajaran berharga untuk musim depan.

Evaluasi tentu akan kami dilakukan sebelum memulai Liga 3. Kami harus banyak belajar lagi. Kami berharap, musim depan bisa promosi lagi ke Liga 2 lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, pelatih Persik, Ricky Nelson mengecam keras gol tunggal Persibat yang dinilainya kontroversial.

"Seperti gol yang terjadi dalam pertandingan, nyata bahwa bola belum masuk garis, namun kenapa disahkan menjadi sebuah gol," jelasnya.

Ia juga turut mengecam beberapa keputusan wasit yang disebutnya kurang tegas. Sehingga merugikan timnya.

"Ada dugaan kalau wasit dibayar, bagi pelatih muda seperti saya dan tim yang tidak kuat membayar wasit nasibnya selalu dikerjain saat berlaga di kandang musuh, apa akan dibiarkan terus menerus kegiatan seperti ini," kata Ricky.

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help