Desa Kadipaten Andong Boyolali Jadi Lokasi TMMD Tahap III

Gelaran kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) akan kembali digulirkan pemerintah

Desa Kadipaten Andong Boyolali Jadi Lokasi TMMD Tahap III
ISTIMEWA
Desa Kadipaten Andong Boyolali Lokasi TMMD tahap III 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI – Gelaran kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) akan kembali digulirkan pemerintah. TMMD tahap III di tahun 2018 untuk wilayah Kodim 0724/Boyolali TMMD Sengkuyung dicanangkan di Desa Kadipaten; Kecamatan Andong.

Kepala Desa Kadipaten, Maryono menerangkan berbagai persiapan sudah dilakukan pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Kadipaten untuk menyambut kegiatan TMMD tahap III yang akan dimulai pada Senin (15/10) esok. Mulai dari persiapan bahan material hingga persiapan saat sosialisasi non fisik.

“Persiapan untuk bahan bahan material sudah siap tinggal melaksanakan. Mobilisasi warga untuk pekerjaan betonisasi juga siap,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, pada Rabu (10/10).

Dalam TMMD ini dialokasikan anggaran sebesar Rp 513.619.000. jumlah tersebut berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 177.200.000 dan APBD Kabupaten Boyolali sebesar Rp 291.223.000 dan swadaya masyarakat sebesar Rp 45.196.000. Sasaran fisik berupa betonisasi jalan sepanjang 1.045 meter, lebar 4 meter, dan tebal 12 sentimeter.

“Jalan ini menghubungan dua desa di dua kecamatan. Desa Kadipaten di Kecamatan Andong bagian utara dengan Desa Klewor; Kecamatan Kemusu bagian selatan yang digunakan sebagai jalan lingkar utara Kecamatan Andong,” ujarnya.

Dibangunnya betonsasi jalan dengan jalur TMMD ini paling tidak membuat kesejahteraan masyarakat bisa lebih meningkat karena jalan tersebut merupakan satu-satunya akses yang menghubungan dua desa di dua kecamatan. Terlebih lagi sebagai jalur ke sekolahdan jalur untuk pertanian.

 “Jadi jalan itu akan mempersingkat waktu, tingkat keselamatan pengendara yang melewati juga terjamin. Sekaligus bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Kadipaten,” pungkasnya.

Selain betonisasi jalan, anggaran tersebut dipergunakan untuk kegiatan fisik lainnya seperti rehab rumah tidak layak huni sebanyak 10 unit dan kegiatan non fisik dengan kegiatan penyuluhan selama tiga kali.(*)

Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help