Di Jateng Masih Ada 464 Kasus Pemasungan Orang karena Gangguan Jiwa

"Di Jawa Tengah pemasungan masih terjadi terutama terjadi pada masyarakat dengan kehidupan ekonomi menengah ke bawah," tutur Arfian

Di Jateng Masih Ada 464 Kasus Pemasungan Orang karena Gangguan Jiwa
Tribunjateng.com/Bare Kingkin Kinamu
Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Arfian Nevi, SKM, DEA saat buka Seminar Kesehatan Jiwa Sedunia di Lantai 8 Dinkes Jateng, Rabu (10/10/2018). 

100 Peserta Lintas Sektor Pemerintahan Ikuti Seminar Hari Kesehatan Jiwa Sedunia

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ratusan peserta lintas sektor dari Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Dinkes Kab/ Kota se-Jateng, Balkesmas, hingga asosiasi guru SD-SMA mengikuti Seminar Hari Kesehatan Jiwa Sedunia di Lantai 8 Kantor Dinkes Jateng, Rabu (10/10/2018).

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Arfian Nevi, SKM, DEA memaparkan data di Jawa Tengah terkait penyakit kejiwaan dan orang dengan gangguan jiwa.

"Di Jawa Tengah pemasungan masih terjadi terutama terjadi pada masyarakat dengan kehidupan ekonomi menengah ke bawah," tutur Arfian.

Masih ada 464 kasus di Jawa Tengah Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang di pasung.

Dinkes kesehatan mengimbau kepada semua peserta untuk empati, jika ada tentangga atau keluarga yang memiliki gangguan jiwa cukup parah, segera dilakukan pengobatan ke puskesmas terdekat, dan balai kesehatan.

Selain itu, ada narasumber dari Psikiater anak dan remaja RSJ Prof dr Soerojo Magelang, Hamargomurni, S.Psi.

Pada kesempatan tersebut, Hamargomurni mengemukakan jika kesehatan jiwa remaja dan anak-anak sangat perlu diperhatikan.

"Jika ada tanda-tanda anak yang suka memberontak dengan cara yang aneh, bisa didekati secara personal," jelasnya.

Tanda-tanda kesehatan jiwa tertanggu pada tahap normal itu bisa dari kecemasan, deg-degan yang berlebihan,keringat dingin.

Untuk mencegah terjadinya terganggunya jiwa yang disebabkan oleh berbagai faktor, setiap orang harus bisa mengelola stress.

Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya stres yang berlanjut yakni bisa mendekatkan diri dengan Sang Pencipta, menekuni hobi, bersilaturahmi dengan orang banyak.

Pada seminar ini diharapkan setiap orang memiliki kepedulian terhadap kesehatan jiwa. (*)

Penulis: Bare Kingkin Kinamu
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved