Kembangkan Smart City, Semarang Siap Bersaing dengan Kota Lain di Dunia

Menurutnya yang terpenting dalam sebuah pengembangan rencana Smart City ini adalah kesungguhan dalam mengikuti trend dunia global

Kembangkan Smart City, Semarang Siap Bersaing dengan Kota Lain di Dunia
Rahmi Hayati
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi atau lebih akrab disapa Hendi, mengungkapkan bahwa Semarang siap menjadi Smart City dan bersaing dengan dunia global.

Menurutnya yang terpenting dalam sebuah pengembangan rencana Smart City ini adalah kesungguhan dalam mengikuti trend dunia global.

Hal ini disampaikan sesaat setelah membuka acara Focus Group Discussion (FGD) terkaitDeveloping an Actionable Smart City Roadmap di Situation Room Balai Kota Semarang, Selasa (9/10/2018).

“Berbicara mengenai smart city ini kita tidak melulu berbicara tentang duit yang besar atau aplikasi yang bagus. Tapi yang paling penting adalah kesungguhan hati kita untuk mengikuti sebuah trend dunia global, bahwa yang namanya smart city ini adalah sesuatu keharusan buat kita, kalau tidak kita akan ketinggalan,” tutur Hendi.

Menurut Hendi Semarang Smart City sudah menjadi keharusan dan tidak bisa dihindari lagi. Untuk mewujudkan hal ini sangat diperlukan komitmen dan juga kesungguhan yang tinggi dari masyarakat agar kemudian Semarang menjadi bagian dari Smart City yang ada di dunia. Karena menurutnya hal ini tidak bisa ditampik lagi melainkan sudah menjadi keharusan yang harus diwujudkan di Kota Semarang.

“Saya rasa komitmen yang tinggi dan semangat yang sama akan membuat wilayah Semarang dan kota lainnya menjadi wilayah yang benar-benar siap menjadi smart city maupun smart regency,” tambah Hendi.

Untuk mewujudkan rancangan ini, Hendi mengungkapkan bahwa para pemimpin daerah harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi terkait pelayanan-pelayanan yang cepat dan juga terobosan–terobosan yang kreatif.

Tak hanya terkait teknologi informasi, Hendi juga menyampaikan bahwa pentingnya belajar dari pengalaman orang-orang yang sudah terlebih dahulu mengembangkan smart city dan juga digitalisasi.

“Yang paling mudah itu adalah belajar dari pengalaman. Jadi kita hadirkan disini orang-orang yang sudah expert, orang-orang yang sudah berpengalaman di dalam pengembangan digitalisasi, pengembangan smart city atau pengembangan terkait dengan sistem aplikasi pelayanan. Kita akan bisa ngerti bagaimana kemudian mereka mengolah tantangan dan hambatan yang ada. Jadi nggak perlu kemudian wilayah-wilayah atau kota kabupaten yang ada di Indonesia ini harus tertabrak-tabrak dulu baru mereka punya teori untuk bisa lepas dari tantangan atau hambatan,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini Hendi juga menyampaikan bahwa untuk meningkatkan pelayanan di Kota Semarang, pihaknya telah menyediakan berbagai ruang dan jalur untuk masyarakat agar bisa menyampaikan keluhan-keluhan mereka langsung kepada pemerintah.

Mulai dari menghubungi call centre 221 hingga ada juga laporhendi. Menurutnya pemerintah akan terus berusaha memberikan pelayanan yang semakin cepat, tepat dan juga transparan kepada masyarakat.

“Kami terus berupaya menciptakan hal-hal yang membuat pelayanan kepada masyarakat bisa semakin cepat, tepat, murah dan insyaallah terbuka,” pungkasnya.

Sementara itu rangkaian acara Semarang Smart City ini akan terus berlanjut hingga beberapa hari kedepan. Mulai dari seminar tingkat nasional yang dihadiri oleh peserta dari seluruh Indonesia, seminar tingkat international dan akan ditutup oleh acara smart city untuk para mahasiswa-mahasiswi yang akan di fasilitasi oleh Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS). (Rahmi Hayati/Magang Undip)

Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved