Kurs Rupiah Melemah: Garudafood Akui Terkena Dampaknya

Sebabnya, nilai tukar Rupiah melemah 12 persen sejak awal tahun ini ke level Rp 15.213 per dolar AS.

Kurs Rupiah Melemah: Garudafood Akui Terkena Dampaknya
Tribunnews.com/Syahrizal Sidik
Perusahaan makanan dan minuman PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) dan perusahaan pengelola jaringan restoran The Duck King, PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK) mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia, Rabu (10/10/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA — Perusahaan makanan dan minuman PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) mengakui turut terdampak dari melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Sebabnya, nilai tukar Rupiah melemah 12 persen sejak awal tahun ini ke level Rp 15.213 per dolar AS.

Direktur Keuangan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk Robert Chandrakelana Adjie tidak menampik, Garudafood masih mengandalkan sebagian bahan baku yang sebagian masih impor. Alhasil, hal tersebut akan berdampak pada meningkatnya biaya produksi.

“Penguatan dolar AS, tentu saja ini mempunyai dampak, seperti bagaimana perusahaan-perusahaan yang sejenisnya, kami sendiri memang ada dampak (pelemahan kurs),” tuturnya di Bursa Efek Indonesia, Sudirman, Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Kendati demikian, lanjut Robert, sebagian besar bahan baku tersebut saat ini sudah dibeli di dalam negeri, seperti gula.

“Yang impor langsung sangat kecil, namun memang secara tidak langsung akan berengaruh,” ujarnya.

Robert menjelasnya, pihaknya sudah berpengalaman selama 28 tahunan di industri makanan dan minuman. Bahkan, pernah mengalami situasi yang lebih sulit dari saat ini.

“Kita sudah pernah mengalami hal yang jauh lebih buruk dari ini, 1998 dan 2008 waktu itu bahkan pelemahan Rupiah dan krisis lebih buruk, kita bukannya dapat bertahan tapi juga dapat bertumbuh di tengah gejolak ekonomi,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Garudafood hari ini mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia dnegan melepas 762,84 juta saham. Dari gelaran IPO tersebut, GOOD memperoleh dana untuk meningkatkan modal saham sebesar Rp 979,48 miliar.

Direktur Utama Garudafood Hardianto Atmadja mengatakan, IPO ini adalah bagian dari rencana Garudafood untuk memperkuat modal kerja guna menjalankan ekspansi bisnis sebagai strategi bisnis perusahaan dalam jangka panjang. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help