Pengurangan Lebar Parapet Overpass Manahan Susah Direalisasikan

Seperti diketahui Pemkot Solo memetakan lokasi rawan kemacetan dan kecelakaan usai Overpass Manahan dioperasikan

Pengurangan Lebar Parapet Overpass Manahan Susah Direalisasikan
tribunjateng/akbar hari mukti
Komisi II DPRD Kota Solo sidak proyek Overpass Manahan Solo, Rabu 1 Agustus 2018 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Pengurangan lebar parapet (dinding pengaman) Overpass Manahan yang direncanakan Pemkot Solo susah direalisasikan. Pasalnya, pelaksana proyek pembangunan overpass mengklaim desain parapet sesuai standar.

Hal itu diungkapkan pelaksana proyek pembangunan overpass dari PT Yasa Patria Perkasa, Ari Wahyudi, Rabu (10/10/2018).

Seperti diketahui Pemkot Solo memetakan lokasi rawan kemacetan dan kecelakaan usai Overpass Manahan dioperasikan.

Salah satu titik rawan kemacetan di Overpass Manahan adalah jalur penggabungan arus kendaraan di badan Overpass Manahan sisi utara, yang kemungkinan tak mampu mengakomodasi kendaraan dari Jalan Adisucipto dan Jalan MT Haryono karena ada penyempitan jalur.

Maka Pemkot Solo ingin ada pengurangan parapet agar lebar jalur dioptimalkan.

"Secara teknis tak bisa lebar parapet dikurangi. Selain mengacu desain standar parapet, nantinya juga berkaitan dengan standar keselamatan pengendara," ujar Ari.

Ia mengatakan, pihaknya telah berkonsultasi dengan sejumlah pihak terkait kemungkinan pengurangan lebar parapet.

"Bila diubah, maka kami terpaksa mengubah yang lain. Misalnya desain Overpass secara keseluruhan. Ini butuh waktu," ujar dia.

Kepala Dishub Solo Hari Prihatno menambahkan, Pemkot Solo akan memaksimalkan simulasi manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) guna memastikan kondisi di sejumlah ruas jalan.

"Potensi penumpukkan kendaraan di atas Overpass juga dipengaruhi beberapa faktor, seperti aktivitas parkir di Jalan Dr Moewardi. Kami akan adakan evaluasi skema MRLL yang sudah disusun," terang Hari. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved