Tia Hendrar Prihadi Dorong Para Ibu Rumahtangga di Semarang Untuk Berwirausaha

Tia juga menyampaikan bahwa dalam berwirausaha atau pengembangan sebuah UMKM yang paling penting adalah semangat

Tia Hendrar Prihadi Dorong Para Ibu Rumahtangga di Semarang Untuk Berwirausaha
Rahmi Hayati
Ibu Tia saat mengunjungi stand produk-produk hasil dari umkm Kec. Tembalang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Istri Wali Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi, atau lebih akrab disapa Tia Hendrar Prihadi, menyampaikan dukungan dan juga dorongannya terhadap para ibu rumah tangga di Semarang untuk berwirausaha.

Hal ini disampaikan Tia saat pembukaan acara Talkshow Paguyuban UMKM Kecamatan Tembalang bertema Pemberdayaan Ekonomi UMKM Melalui Media Online Dalam Menghadapi Era Globalisasi di Aula Kecamatan Tembalang, Rabu (10/10/2018).

“Sangat luar biasa, bahkan saya selalu berbicara kalau misalnya ibu-ibu itu pekerjaan yang paling paling sesuai adalah kegiatan kewirausahaan. Karena dengan berwirausaha seorang ibu bisa mengatur waktunya, bisa menjalankan fungsinya sebagai istri maupun sebagai ibu karena waktunya longgar tetapi ada peningkatan ekonomi,” ujar Tia.

Dalam kesempatan ini Tia mengajak para ibu rumah tangga yang tidak bekerja untuk berwirausaha. Karena menurutnya dengan berwirausaha tidak hanya dapat meningkatkan perekonomian namun juga aspek kehidupan yang lain seperti kesehatan dan juga pendidikan.

“Untuk ibu rumah tangga yang tidak bekerja, berwirausahalah supaya ada peningkatan ekonomi yang ada di dalam keluarga. Dengan adanya peningkatan ekonomi tidak hanya dalam hal ini tabungannya saja yang bertambah, tetapi saya juga memberikan pengalaman dengan peningkatan ekonomi saya rasa insyaallah kesehatannya juga meningkat, pendidikan untuk anak-anaknya juga meningkat, keluarga juga akan semakin harmoni,” sambung Tia.

Tia juga menyampaikan bahwa dalam berwirausaha atau pengembangan sebuah UMKM yang paling penting adalah semangat yang tidak pernah putus dan tidak mudah menyerah. Prinsipnya adalah  jika gagal dicoba lagi.

Untuk peningkatan kualitas UMKM di Kota Semarang, Tia menyampaikan ada yang namanya Klinik Bisnis dan juga pelatihan-pelatihan baik dari pemerintah maupun dari dinas koperasi Kota Semarang. Semua bentuk dukungan ini adalah berfungsi untuk memajukan UMKM yang ada di Semarang.

“Di Semarang ada yang namanya Klinik Bisnis, yang namanya klinik kan untuk mengobati. Misal ada salah satu umkm yang mengalami kendala, mereka cerita nanti akan ada solusinya dari dinas koperasi. Kemudian ada namanya pelatihan-pelatihan. Pemerintah melakukan banyak sekali pelatihan tidak hanya dari dinas koperasi saja, tetapi masih ada beberapa dinas yang melakukan pelatihan-pelatihan. Fungsinya supaya produknya semakin lama semakin bagus, rasanya semakin lama juga semakin enak, kemudian pemasarannya semakin lama semakin luas. Fungsinya adalah untuk memajukan umkm,” sambungnya.

Sementara itu, acara ini dihadiri oleh 100 orang tamu undangan yang merupakan anggota dari paguyuban umkm Kecamatan Tembalang.

Alam kegiatan ini berbagai hasil olahan atau produk UMKM ditampilkan, mulai dari olahan pangan, kerajinan seperti scarf dan rajut. Ada juga berbagai minuman dan juga makan dari yang kering hingga yang basah juga dihadirkan dalam acara ini.

Tujuan diadakannya acara ini sendiri menurut Muhammad Indra Darmawan, Ketua Paguyuban UMKM Kecamatan Tembalang (PUMKMKT) adalah untuk memberikan edukasi kepada para anggota umkm kecamatan Tembalang, bagaimana meningkatkan produktivitas, promosi dan juga pemasaran dari produk-produk umkm itu sendiri melalui media online baik itu instagram, facebook maupun media lainnya.

Dengan adanya acara ini Indra berharap para anggota umkm yang berjumlah mencapai 1400 orang bisa mengaplikasikan ilmu-ilmu yang diperoleh dari kegiatan ini untuk bisa meningkatkan produksi dan juga penjualan mereka.

“Saya berharap acara ini bisa membantu semua anggota kita UMKM di Kecamatan Tembalang. Karena anggota kita ada banyak, ribuan, kurang lebih sekitar 1400an. Kita berharap nantinya kedepan mereka bisa mengaplikasikan ilmu-ilmu yang kita berikan kepada rekan-rekan, kepada anggota-anggota kita sehingga membantu mereka untuk produksi lebih banyak lagi, pemasaran lebih jauh lagi, tidak hanya lingkup di kota semarang saja. Kitapun dikemudian hari manatau bisa export keluar negeri,” ujar Indra. (Rahmi Hayati/magang Undip)

Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved