Wali Kota Semarang Akan Resmikan Taman Indonesia Kaya di Taman KB Hari Ini

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, pembangunan Taman Indonesia Kaya ini bukan proses yang mendadak

Wali Kota Semarang Akan Resmikan Taman Indonesia Kaya di Taman KB Hari Ini
TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) rencana resmikan Taman Indonesia Kaya 15 Oktober 2018 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Proyek pembangunan Taman Indonesia Kaya di Taman Menteri Supeno atau lebih dikenal dengan Taman KB telah selesai. Direncanakan, peresmian taman yang didanai Djarum Foundation Bakti Budaya itu akan diresmikan Rabu (10/10/2018) malam ini.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, pembangunan Taman Indonesia Kaya ini bukan proses yang mendadak.

Ia mengatakan, pembangunan Taman Indonesia Kaya merupakan terobosan pembangunan dengan menggandeng investor swasta sebagai Corporate Social Responsibility (CSR).

"Tujuannya untuk mempercantik Kota Semarang. Semua telah melewati kajian dengan proses panjang, hingga akhirnya terwujud pembangunan Taman Indonesia Kaya," kata Hendi, sapaannya, kemarin.

Dalam realisasinya, Hendi menuturkan, Djarum Foundation hanya meminta diberi waktu penggunaan Taman Indonesia Kaya satu hari saja.

Bahkan, pihak Djarum pun tidak mempersoalkan jika tidak ada logo yang terpasang di taman yang dibangun dengan anggaran senilai Rp 6 miliar itu.

"Mereka cuma meminta satu syarat. Kalau sebulan ada empat kali malam minggu, mereka meminta satu kali malam minggu untuk kegiatan pertunjukan seni budaya. Kan ini malah bagus, bisa menghibur masyarakat. Maka kami setujui," ungkapnya.

Menurutnya, selain Taman Menteri Supeno, beberapa taman lain juga berpotensi untuk dikembangkan.

Tentunya dengan menggandeng swasta agar menyalurkan anggaran CSR. Beberapa taman yang memungkinkan itu di antaranya Taman Garuda di Kota Lama, Taman Diponegoro dan lainnya.

Di samping itu, berbagai taman yang tersebar di seluruh kelurahan dan kecamatan di Kota Semarang juga telah digalakkan. Hanya saja, kendala yang dihadapi hingga saat ini yaitu kurangnya kepedulian masyarakat untuk merawat taman itu.

"Di lain sisi, ketersediaan peralatan yang dimiliki oleh Pemkot Semarang untuk mendukung perawatan taman belum memadai. Kami sudah evaluasi, kelemahan pemerintah mengenai ketersediaan tangki penyemprotan atau penyiraman taman masih kurang. Sehingga di anggaran perubahan kami anggarkan untuk tangki," katanya.

Hendi meminta kepada masyarakat agar ikut merawat berbagai taman yang sudah ada secara berkelanjutan. Ia mengatakan, perawatan tidak perlu menunggu dinas turun tangan yang ujung-ujungnya tanaman sudah layu karena kekurangan air. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved