Dinas Perdagangan Kota Semarang Beri Batas Waktu Relokasi PKL Mlatiharjo Maksimal 21 Oktober  

boyongan ini hanya merupakan simbolis kepindahan PKL sebagaimana kesepakatan bersama dengan Dinas Perdagangan

Dinas Perdagangan Kota Semarang Beri Batas Waktu Relokasi PKL Mlatiharjo Maksimal 21 Oktober   
Tribunjateng.com/M Zaenal Arifin
Asisten Administrasi Pemerintahan Sekda Kota Semarang, Trijoto Sardjoko, melakukan pemecahan kendi sebagai simbol dimulainya boyongan PKL Mlatiharjo ke Pasar Barito Baru Penggaron, Kamis (11/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) Barito di Kelurahan Mlatiharjo, Semarang Timur, melakukan proses boyongan ke pasar relokasi yaitu Pasar Barito Baru, Penggaron, Kamis (11/10/2018). Setelah proses boyongan ini, para PKL diberi waktu sampai 21 Oktober untuk memindahkan barang dagangannya ke kios masing-masing.

Prosesi boyongan diawali dengan tasyakuran yang digelar Dinas Perdagangan Kota Semarang, diikuti para PKL, dan stakeholder. Selanjutnya, dilakukan karnaval sebagai simbol pemindahan PKL yang diawali pemecahan kendi oleh Asisten Administrasi Pemerintahan Sekda Kota Semarang, Trijoto Sardjoko.

Perwakilan PKL Mlatiharjo, Khadirin mengatakan, dirinya merasa lega akhirnya pindah ke tempat relokasi. Selama ini, ia selalu was-was jika sewaktu-waktu bangunan kiosnya dibongkar. Pasalnya, Dinas Perdagangan sudah berulang kali memberikan perpanjangan waktu untuk segera pindah.

"Rada lega karena akhirnya pindah juga. Meski masih bingung nantinya di tempat relokasi apakah ada pelanggannya atau tidak. Karena informasi dari yang sudah di sana, pasarnya sepi," katanya.

Ia menuturkan, boyongan ini hanya merupakan simbolis kepindahan PKL sebagaimana kesepakatan bersama dengan Dinas Perdagangan, pekan lalu. Selanjutnya, para PKL ada waktu untuk memindahkan barang dagangan secara bertahap.

Ia mengakui, sebenarnya pedagang sudah tahu jika Dinas Perdagangan telah memberikan cukup waktu untuk memindahkan barang dagangan. Hanya saja, karena banyak barang yang terbilang berukuran berat, para pedagang tidak mampu memindahkan dalam waktu singkat.

"Kami sudah siap sampai batas waktu yang disepakati yaitu maksimal 21 Oktober, seluruh barang dagang sudah kami pindahkan," ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, boyongan kali ini sebagai tanda dimulainya pemindahan seluruh PKL Mlatiharjo yang masih tersisa di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) yang saat ini dalam proses normalisasi.

Dengan demikian, kata Fajar, seluruh PKL Mlatiharjo yang masih bertahan dari total 132 PKL, harus segera memindahkan barang dagangannya. Fajar memberikan batas waktu maksimal 21 Oktober mendatang.

"Kemudian pada 22 Oktober, langsung kita bongkar dan ratakan seluruh bangunan kios PKL untuk percepatan pembangunan revitalisasi Sungai Banjir Kanal Timur," katanya.

Lebih lanjut, Fajar mengungkapkan, proses relokasi PKL Mlatiharjo harus dilakukan segera. Ini karena 80 selter milik pedagang di Pasar Barito Baru yang disediakan Pemkot Semarang, telah selesai pembangunannya dan siap untuk ditempati.

"Pembangunan shelter PKL di Pasar Barito Baru telah selesai 100 persen. Nantinya shelter itu mampu menampung 80 PKL. Sisanya 52 PKL membangun kios mereka di area depan pasar dan di bawah klaster kuliner," ucapnya.

Hanya saja, untuk sementara ini pedagang diminta secara swadaya membuat sekat dan pintu selter yang mereka tempati di Pasar Barito Baru di Penggaron. Rencananya pembangunan pintu selter akan dilakukan Dinas Perdagangan Kota Semarang pada tahun depan agar sesuai dengan standar yang ada.

''Dananya baru akan kami anggarkan pada APBD 2019. Sementara itu, pembongkaran bangunan kios untuk pedagang di Karangtempel, Bugangan, serta Rejosari blok VII dan VIII akan dilakukan akhir Oktober. Semuanya sudah harus clear,'' jelasnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help