Disperinaker Kabupaten Tegal Catat Ada 4000 Pelaku IKM Manufaktur Logam Di Wilayahnya

Ribuan pelaku industri manufaktur logam terdiri dari para pengrajin tradisional maupun modern.

Disperinaker Kabupaten Tegal Catat Ada 4000 Pelaku IKM Manufaktur Logam Di Wilayahnya
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Pabrik komponen pembuatan onderdil otomotif motor, Desa Bengle, Talang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) mencatat ada sebanyak hampir 4000 pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) manufactur logam di Kabupaten Tegal.

Ribuan para pelaku industri manufaktur logam itu terdiri dari para pengrajin tradisional maupun modern.

Kepala Disperinaker Kabupaten Tegal, Bambang Susanto mengatakan, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) harus mencapai 70 persen sehingga pihaknya menyambut baik banyaknya jumlah pelaku usaha di bidang logam.

Menurutnya, IKM dan UKM manufaktur  logam di Kabupaten Tegal produksinya beragam.

Mulai dari alat berat, otomotif, alat perkapalan, hingga alat mesin pertanian.

"Dengan banyaknya IKM yang hadir, utamanya sudah masuk ke sektor unggulan, kami berharap dapat menyerap banyak tenaga kerja sehingga angka pengangguran di Kabupaten Tegal berkurang," papar Bambang kepada Tribunjateng.com, Kamis (11/10/2018).

Baca: Tiga Hari Lagi, Warga Kabupaten Tegal Sudah Bisa Akses Aplikasi Lapor Bupati di HP Android

Meski demikian, dia mengaku masih banyak kendala bagi para pelaku IKM karena mayoritas masih menganut cara tradisional dalam mengelola logam.

Menurut Bambang, kendala yang muncul adalah perihal pelayan delivery order, mulai cara pengemasan barang hingga efesiensi waktu pengirimannya.

"Dulu jauh-jauh. Sekarang kan ada doubel track (jalur rel kereta), jalan tol, dan sebagainya dapat mempermudah pengiriman barang," tambahnya.

Lebih lanjut, Bambang juga menyebut bahwa penyerapan tenaga kerja yang terlibat dalam industri manufaktur logam cukup banyak.

Sebab, para pencari kerja di Kabupaten Tegal setiap tahunnya mencapai 10 ribu hingga 11 ribu orang.

"Di sini SDM banyak. Mayoritas lulusan SMK. Jadi, kami butuh tenaga kerja yang langsung bisa mengerti teknis dan cepat seperti lulusan SMK," pungkasnya. (*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved