Geliat Memodernisasi Jamu Tradisional di Kota Pekalongan

Jamu yang menjadi warisan budaya dan dinilai berkhasiat sebagai obat tradisional tengah dikembangkan di Kota Pekalongan.

Geliat Memodernisasi Jamu Tradisional di Kota Pekalongan
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Olahan obat herbal PSPJ Kota Pekalongan dipanjangkan di Kantor PSPJ Jalan Letjen Soeprapto nomor 5 Kota Pekalongan, Kamis (11/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Jamu yang menjadi warisan budaya dan dinilai berkhasiat sebagai obat tradisional tengah dikembangkan di Kota Pekalongan.

Bahkan penelitian terkait jamu menjadi fokus program dari Dinas Kesehatan Kota Pekalongan.

Berkaitan dengan hal tersebut, Dinas Kesehatan, memiliki badan riset yaitu, Pusat Saintifikasi dan Pelayanan Jamu (PSPJ) Kota Pekalongan.

Adapun PSPJ didirikan sejak 2015 lalu, yang kini terus berkembang dengan berbagai produk inovasi.

Bahkan, PSPJ menjadi sebuah klinik berobat khusus jamu, dan kini merambah ke pelayanan dan penelitian jamu untuk masyarakat.

Kepala PSPJ Kota Pekalongan, Uswatun Khasanah, menerangkan produk inovasi jamu yang dikembangkan, bahan-bahan yang digunakan untuk membuat jamu juga ditanam dan dibudidayakan sendiri oleh PSPJ.

"Saat ini kami terus mengembangkan produk inovasi jamu dalam kemasan botol siap minum, hal itu kami lakukan agar jamu lebih modern jadi mudah diterima masyarakat. Tapi tidak hanya itu, kami juga masih mengembangkan olahan ekstrak, namun masih dalam pengembangan," katanya, Kamis (11/10/2018).

Adapun produk olahan jamu yang sudah dikembangkan oleh PSPJ, dikatakan Khasanah ada beberapa jenis, seperti rosella, kunyit asam, gula asam, dan bir pletok, yang memiliki khasiat untuk kesehatan.

“Manfaatnya masing-masing, seperti kunyit asam juga bisa untuk melancarkan aliran darah, jamu rosella yang memiliki antioksi yang aktif dalam memelihara kesehatan organ tubuh, kemudian gula asam bisa untuk menyegarkan tubuh, asam nya sendiri juga bisa untuk kesehatan kulit," paparnya.

Pihaknya menambahkan, masyarakat bisa memanfaatkan layanan klinik untuk periksa dengan dokter yang sudah bersertifikat saintifikasi jamu, dan obat yang diberikan juga jamu yang sudah disesuaikan dengan jenis penyakit dan dosisnya.

"Seluruh bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan produk inovasi PSPJ Kota Pekalongan tanpa pengawet. Karena PSPJ lebih mengutamakan kualitas agar maksimal manfaatnya bagi kesehatan," ujarnya.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help