Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Bak Gunung Es, Jateng Peringkat 3 Besar di Indonesia

Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak seolah tidak ada habisnya. Bahkan, ini dianggap seperti teori gunung es.

Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Bak Gunung Es, Jateng Peringkat 3 Besar di Indonesia
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
pengukuhan satgas PPA di Brebes, Kamis (11/10/2018) 

Ketika ditanya provinsi mana yang paling banyak kasus kekerasan, ia mengatakan, semua provinsi memiliki potensi yang sama, termasuk Jateng yang memiliki jumlah penduduk banyak.

"Jumlah kasus kekerasan in line dengan jumlah penduduk yang ada," bebernya.

Ketika ditanya pelaku kekerasan, ia mengatakan pelakunya didominasi orang terdekat dan dikenal korban.

"Dia bisa ibu, bapak, kakak, dan teman korban. Ini sangat disayangkan karena mereka itu seharusnya melindungi bukan malah melakukan kekerasan," ujarnya.

Sementara, untuk di Provinsi Jawa Tengah, pada 2017 ada 2.441 kasus kekesaran perempuan dan anak. Namun, kebanyakan kasusnya yakni 1400 merupakan kasus kekerasan anak.

"Ada sembilan daerah yang kasus kekerasannya di atas 100 pertahun. Paling banyak Kota Semarang. Kalau Brebes juga masuk dalam kategori kasus di atas 100 pertahun," kata Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Tengah, Sri Winarna saat di Brebes.

Menurutnya, Provinsi Jateng masuk tiga besar angka kekerasan anak dan perempuan di Indonesia.

Meskipun tergolong tinggi, daerah juga memiliki respon yang bagus untuk meminimalisir dan menekan kekerasan perempuan dan anak. Serta mendampingi korban kekerasan hingga mendapatkan keadilan.

"Ada respon awal yang bagus, kasus segera dilaporkan dan melakukan pencegahan kekerasan perempuan dan anak. Kasus tinggi, namun responnnya juga bagus," ucapnya.

Brebes, kata dia, menjadi pilot project di Jateng skema baru terkait Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak.

Halaman
123
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help