Kedua Dinding Kios Pasar Suruh Kabupaten Semarang yang Tidak Simetris Sudah Dibongkar

Seluruh proses tersebut tidak akan terlalu mengganggu jadwal pelaksanaan revitalisasi Pasar Suruh.

Kedua Dinding Kios Pasar Suruh Kabupaten Semarang yang Tidak Simetris Sudah Dibongkar
TRIBUN JATENG/DENI SETIAWAN
Pimpinan dan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Semarang menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Suruh. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Semarang Yoseph Bambang Trihardjono meminta maaf kepada masyarakat khususnya kepada para pedagang calon penghuni kios-kios di Pasar Suruh tersebut.

“Kami mohon maaf karena kurangnya pengawasan dari kami. Apa yang menjadi hasil temuan para anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Semarang kemarin, Rabu (10/10/2018), tadi sudah kami tindaklanjuti dan saat ini masih dalam proses sesuai yang dikeluhkan,” tandasnya.

Baca: Pasca Sidak, Banggar DPRD Kabupaten Semarang Ingin Tembok Pasar Suruh Dibongkar

Kepada Tribunjateng.com, Kamis (11/10/2018), Yoseph menerangkan, ada dua tembok (dinding) yang tidak simetris dengan struktur rangka baja dalam proses pembongkaran dan akan dipasang ulang mulai dari awal.

Lalu, pada hari itu juga pihaknya melalui pihak pelaksana proyek sudah mendatangkan beberapa molen sebagai alat pengaduk material.

“Hari ini juga kami sudah melayangkan surat teguran resmi kepada pihak pelaksana atau dalam hal ini adalah PT Kartikasari Manunggal Putra yang berkantor pusat di Kota Semarang. Lalu pihak konsultan pengawasnya,” urainya.

Secara umum, lanjutnya, seluruh proses tersebut tidak akan terlalu mengganggu jadwal pelaksanaan revitalisasi Pasar Suruh yang ditargetkan selesai pada 15 Desember 2018 mendatang dan kini secara menyeluruh telah mencapai sekitar 47 persen.

“Soal kualitas bahan adukan, nanti akan kami lakukan uji laboratorium guna mengetahui kualitas atau standardisasi bahannya. Jika kurang terpenuhi, kami siap untuk membongkar seluruhnya dan menggantikan yang terekomendasi,” tuturnya.

PPKom Revitalisasi Pasar Suruh Anandha Wien menambahkan, total ada sekitar 84 kios yang dibangun untuk ditempati para pedagang.

Dari jumlah tersebut, masih ada sisa sekitar 10 kios untuk kemudian dilelang bagi ada yang berminat untuk berjualan di Pasar Suruh tersebut.

“Untuk materialnya, kami ada tiga jenis pasir yang digunakan. Yakni pasi uruk untuk menguruk dasar kios, pasir pasang untuk bahan dinding, dan pasir muntilan untuk betonisasi. Dan menurut kami itu sudah terpenuhi standardisasinya,” lanjutnya.

Wien mengutarakan, sementar berkait tidak simetrisnya antara struktur tiang baja dengan dinding kios tersebut, disebabkan karena adanya keterlambatan datangnya material baja yang hendak dipasang.

“Akibatnya, pihak pelaksana membuat dinding terlebih dahulu. Begitu material baja datang, baru dipasang. Akibatnya ada beberapa bagian yang tidak simetris secara fisiknya. Tetapi yang tidak simetris tersebut sudah dibongkar,” tandasnya.

Sekadar informasi tambahan, Revitalisasi Pasar Suruh tersebut menelan dana mencapai sekitar Rp 12,3 miliar atau sesuai nilai kontrak kerja.

Proyek tersebut dikerjakan mulai Juli 2018 dan dijadwalkan selesai pada pertengahan Desember 2018 mendatang. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved