Masuk Kategori Kawasan Kumuh di Semarang, Warga Bandarharjo Ubah TPS Jadi Taman Herbal Bejo

Lokasi yang kini digunakan sebagai Taman Herbal Bejo awalnya adalah tempat pembuangan sampah (TPS).

Masuk Kategori Kawasan Kumuh di Semarang, Warga Bandarharjo Ubah TPS Jadi Taman Herbal Bejo
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Taman Herbal Bejo Kelurahan Bandarharjo RT 04 RW 09, Kecamatan Semarang Utara. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Eka Yulianti Fajlin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penilaian lomba Taman Herbal Bejo yang diadakan oleh PT Bintang Toedjoe telah memasuki hari terakhir.

Pada hari terakhir ini, lokasi ketiga yang dikunjungi oleh tim juri yakni Taman Herbal Bejo Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Kamis (11/10/2018).

Taman Herbal Bejo Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, berlokasi di Jalan Lumba-lumba Raya RT 4 RW 9 Kelurahan Bandarharjo.

Lurah Bandarharjo, Yuono Triatmoko, mengaku bangga Kelurahan Bandarharjo bisa masuk 15 nominasi Lomba Taman Herbal Bejo.

Baca: Warga Tegalsari Ubah Semak Belukar Jadi Taman Herbal

Pasalnya, Kelurahan Bandarharjo yang dinobatkan sebagai tempat terkumuh kedua di Kota Semarang bisa membuktikan bahwa warga  Bandarharjo dapat menciptakan ruang hijau.

"Kami mendapat peringkat dua tempat terkumuh se-Kota Semarang. Kami menanggung beban yang cukup berat dengan peringkat itu. Tapi, kami terus melakukan perbaikan-perbaikan," tutur Yuono.

Dia melanjutkan, lokasi yang kini digunakan sebagai Taman Herbal Bejo awalnya adalah tempat pembuangan sampah (TPS).

Lalu, masyarakat mengubah tempat tersebut menjadi ruang hijau yang kini memiliki banyak manfaat.

Menurut Yuono, lomba Taman Herbal Bejo membuat masyarakat Bandarharjo lebih semangat untuk menciptakan wilayah yang sempat menjadi wilayah terkumuh kedua se-Kota Semarang.

"Lomba ini benar-benar membuat kami semangat bergotong royong menciptakan ruang hijau dan menanam tanaman-tanaman herbal. Intinya menciptakan tata wilayah menjadi lebih baik," ungkapnya.

Hingga kini, Taman Herbal Bandarharjo memiliki 72 jenis tanaman.

Terkait dengan perawatan, warga Bandarharjo membuat pupuk kompos untuk tanaman yang ada di taman tersebut. (*)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help