Muncul Spanduk Larangan Sedekah Laut Karena Bisa Sebabkan Tsunami di Cilacap

Banner itu mempermasalahkan tradisi Larung Sesaji atau Sedekah Laut yang akan digelar.

Muncul Spanduk Larangan Sedekah Laut Karena Bisa Sebabkan Tsunami di Cilacap
tribunjateng/dini
Ratusan warga antusias mengikuti gelaran pesta laut atau sedekah laut yang diadakan nelayan di Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Jumat (29/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Masyarakat pesisir Cilacap dikagetkan dengan keberadaan banner yang terpasang di sisi jalan, baik di pusat kota hingga jalan ke arah pantai.

Banner itu mempermasalahkan tradisi Larung Sesaji atau Sedekah Laut yang akan digelar 12 Oktober 2018.

Banner itu berisi pesan peringatan akan datangnya bencana atau azab jika tradisi itu dilaksanakan.

Keberadaan banner ini sontak memicu reaksi keras masyarakat nelayan yang memiliki hajat akan pelaksanaan tradisi itu.

"Reaksi masyarakat menyikapi spanduk itu, turunkan, bakar, tawur," katanya.

Baca: Kreativitas Warga Pesisir Cilacap Buat Tanggul Pantai dari Sabut Kelapa untuk Hindari Abrasi

Anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Cilacap Taufiq Hidayatulloh menyesalkan pemasangan banner di sepanjang rute kirab tersebut.

Ia pun sempat menanyakan perihal legalitas pemasangan banner itu ke Kesbangpol Cilacap. Ternyata, Kesbangpol pun mengaku tidak pernah mengeluarkan izin untuk pemasangan banner berisi konten peringatan itu.

Kesbangpol, kata Taufiq, akan mengklarifikasi ke Ormas terkait yang namanya tercantum dalam banner itu, yakni FUI Cilacap.

Kesbangpol akan meminta agar pemasang mengubah konten banner yang tidak berpotensi memicu perpecahan.

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved