Nilai Tukar Rupiah Lemah, Jepang Tetap Investasi Rp 1,6 Triliun untuk Bangun Dua Apartemen

Dana sebesar itu digunakan tidak hanya untuk membangun dua menara apartemen, Bellerosa dan Cattleya.

Nilai Tukar Rupiah Lemah, Jepang Tetap Investasi Rp 1,6 Triliun untuk Bangun Dua Apartemen
KOMPAS.Com/Erwin Hutapea
Maket rencana pembangunan Apartemen Serpong Garden. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Optimisme di tengah meluruhnya nilai tukar Rupiah, dan ketidakpastian bisnis masih terlihat di sektor properti.

Hal ini seiring terjalinnya kerja sama antara PT Hutama Anugrah Propertindo dan Creed Group yang mengembangkan dua menara apartemen Serpong Garden.

Creed Group sebagai pengembang properti asal Jepang mengucurkan investasi senilai Rp 1,6 triliun untuk apartemen yang berlokasi di Tangerang, Banten, tersebut.

"Investasi totalnya sekitar Rp 1,6 triliun untuk dua menara yang saat ini dalam pembangunan. Ini merupakan joint venture partnership," ucap Direktur Utama PT Hutama Anugrah Propertindo Ferdy Sutrisno, di Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Baca: Harga Rumah Subsidi Bakal Naik 10 Persen Tahun 2019, Kementerian PUPR Tengah Menggodok Formulanya

Dana sebesar itu digunakan tidak hanya untuk membangun dua menara apartemen, Bellerosa dan Cattleya, tetapi juga tiga menara lainnya serta pengadaan berbagai fasilitas pelengkap.

Salah satu fasilitas yang diandalkan yaitu jembatan penyeberangan orang (JPO) sebagai akses ke Stasiun Cisauk yang berada di seberang proyek ini.

JPO dibangun karena konsep yang diusung pengembang adalah transport oriented living (TOL), yaitu memanfaatkan sarana transportasi massal sebagai bagian dari gaya hidup.

Hingga saat ini penjualan Cattleya sudah mencapai 95 persen dari total 1.500 unit sejak dipasarkan awal 2016.

Sementara Bellarosa terjual 90 persen dari total 700 unit sejak dipasarkan pada pertengahan 2016.

Pengembang menawarkan dua tipe apartemen masing-masing Studio seharha Rp 200 jutaan, dan dua kamar tidur Rp 400 jutaan.

Sementara itu, Lukas Bong selaku konsultan pemasaran Serpong Garden mengatakan, dilihat dari nilai investasi yang cukup besar, hal itu membuktikan bahwa industri properti di Indonesia masih menarik untuk dikembangkan, sama halnya bagi investor asing.

"Pasar properti di Indonesia masih sangat bagus, pertumbuhannya masih tinggi. Melihat sejumlah proyek properti, kami membangun Serpong Garden dan memberi sesuatu yang lain," ujar Lukas.

Menurut dia, pengembang tidak selalu bisa membangun proyek yang benar-benar sesuai keinginan konsumen.

Meski demikian, imbuhnya, angka penjualan proyek properti tidak begitu buruk. (*)

Editor: suharno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help