Pasca Sidak, Banggar DPRD Kabupaten Semarang Ingin Tembok Pasar Suruh Dibongkar

Pada sidak belasan anggota dewan menemukan kejanggalan proyek pembangunan pasar tradisional.

Pasca Sidak, Banggar DPRD Kabupaten Semarang Ingin Tembok Pasar Suruh Dibongkar
TRIBUN JATENG/DENI SETIAWAN
Pimpinan dan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Semarang menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Suruh. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Kemarin, Rabu (10/10/2018), pimpinan dan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Semarang menggelar inspeksi mendadak (sidak) dalam pelaksanaan revitalisasi Pasar Suruh Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang.

Pada sidak belasan anggota dewan terhadap proyek pembangunan pasar tradisional yang dilaksanakan mulai Juli 2018 lalu tersebut, ditemukan beberapa kejanggalan.

Dimana secara umum tidak sesuai yang diharapkan maupun besarnya anggaran yang digelontorkan melalui APBD Penetapan Kabupaten Semarang Tahun 2018.

Dari berbagai catatan hasil sidak itu, Ketua Banggar DPRD Kabupaten Semarang Bambang Kusriyanto memanggil Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Semarang Yoseph Bambang Trihardjono serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Revitalisasi Pasar Suruh Anandha Wien.

“Sebelum membahas yang lain, kami minta penjelasan secara jelas dan jujur terkait pelaksanaan proyek revitalisasi Pasar Suruh dimana nilai proyeknya mencapai Rp 13,04 miliar atau nilai kontraknya adalah Rp 12,3 miliar itu. Kami kecewa karena dalam pelaksanaannya ada indikasi main-main (asal-asalan),” tandasnya.

Baca: Anggota DPRD Kabupaten Semarang Kesulitan Teknis Pengisian Data Laporan Harta Kekayaan

Di Ruang Rapat Banggar DPRD Jalan Diponegoro Ungaran Kabupaten Semarang, Kamis (11/10/2018), Bambang Kusriyanto membeberkan setidaknya ada 3 poin penting hasil temuan dalam sidak yang dilakukan pihaknya.

“Pertama, ternyata pasir yang digunakan untuk proyek tersebut bukan pasir Muntilan, yang menurut kami kurang bagus atau memenuhi standar. Apalagi jika dilihat dari nilai proyek yang teralokasikan,” bebernya kepada Tribunjateng.com, Kamis (11/10/2018).

Dan yang tak kalah penting, lanjutnya, dapat dilihat secara jelas, pada struktur rangka baja dan dinding kios tidak simetris.

Melihat hal tersebut, pihaknya pun secara tegas mendesak kepada pihak pelaksana proyek untuk membongkar dinding-dinding tersebut.

Halaman
12
Penulis: deni setiawan
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help