Pemkab Brebes Bentuk Satgas Tekan Angka Kekerasan Perempuan dan Anak

Pembentukan satgas ini untuk tindakan preventif sekaligus mengurangi angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak

Pemkab Brebes Bentuk Satgas Tekan Angka Kekerasan Perempuan dan Anak
TRIBUNJATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Pemkab Brebes bentuk satgas untuk tindakan preventif sekaligus mengurangi angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masih kerap terjadi di Kota Bawang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Pemerintah Kabupaten Brebes dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak membentuk satuan tugas (Satgas) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di tingkat kecamatan Brebes, Kamis (11/10/2018).

Pembentukan satgas ini untuk tindakan preventif sekaligus mengurangi angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masih kerap terjadi di Kota Bawang.

Selama Januari- September 2018, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3KB) Brebes mencatat ada 85 laporan kasus kekerasan pada perempuan dan anak.

"Kekerasan terhadap perempuan dan anak ini tidak hanya dapat ditangani pemerintah, semua komponen harus bergerak, semua lapisan masyarakat harus berpartisipasi dan berkomitmen," kata Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Pribudiarta Nur Sitepu saat mengukuhkan seratus Satgas PPA di Pendopo Brebes.

Bentuk komitmen masyarakat untuk bersama- sama memerangi kekerasan perempuan dan anak, kata dia, tidak hanya diwujudkan dengan pembentukan Satgas PPA.

Namun juga, sudah adanya sekolah, pesantren, dan masjid ramah anak di berbagai daerah.

Menurutnya, Satgas PPA yang diambil dari berbagai latar belakang di masyarakat, bisa berfungsi untuk memberikan edukasi agar angka kekerasan anak dan perempuan bisa ditekan.

Selain itu, bisa menjadi tempat yang tepat bagi masyarakat yang ingin melapor atau mengadukan kekerasan.

"Kami berharap dengan dibentuknya satgas ini dapat membantu pemerintah dalam hal penanganan kasus kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pasalnya, kasus ini dapat terjadi dimana saja, kapan saja dan dilakukan oleh siapa saja," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved