Gempa Donggala

Pencarian Korban Gempa Palu Dihentikan 12 Oktober Meski Masih 680 Orang Hilang

Pencarian Korban Gempa Palu Dihentikan 12 Oktober Meski Masih 680 Orang Hilang

Pencarian Korban Gempa Palu Dihentikan 12 Oktober Meski Masih 680 Orang Hilang
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Pencarian Korban Gempa Palu Dihentikan 12 Oktober Meski Masih 680 Orang Hilang 

TRIBUNJATENG.COM - Atas permintaan warga terdampak tsunami dan gempa, pencarian dilanjutkan hingga Jumat (12/10/2018). Namun sesudahnya, warga yang melakukan upaya pencarian sendiri pun diserukan untuk menghentikannya.

Dalam jumpa pers Kamis (11/10), Sutopo Purwo Nugroho juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut pula bahwa korban tewas kini mencapai 2.073 orang.

"Jadi, karena ada permintaan dari warga, maka penghentian evakuasi yang semula dijadwalkan hari ini, diperpanjang menjadi tanggal 12 Oktober. Besok pagi masih ada pencarian korban oleh tim SAR, sampai sore. Lalu evakuasi dihentikan resmi," kata Sutopo.

Kalau ada warga yang mencari (sendiri) korban, kita imbau tak melakukan. Karena kondisi jenazah sudah rusak dan bisa menimbulkan penyakit," tegas Sutopo seperti dilaporkan Quiniwaty Pasaribu untuk BBC News Indonesia.

Disebutkan, hingga Kamis ini korban tewas yang sudah ditemukan berjumlah 2.073 orang, setelah ditemukan 28 jenazah tambahan. Semua sudah dimakamkan: 994 di pemakaman massal, dan 1079 dimakamkan oleh keluarga.

"Yang masih hilang, 680 orang, terbanyak di Palu, jumlahnya 652 orang."

Menurut Sutopo, sejak tsunami itu sudah terjadi 523 kali gempa, dengan 17 kali diantaranya bisa dirasakan. Dan trennya makin lama makin lemah, menuju kestabilan.

"Ada pun gempa di Situbondo, Jawa Timur, itu terpisah, tak ada hubungannnya dengan gempa di Sulawesi Tengah," tegasnya.

Selain perpanjangan upaya pencarian, Sutopo juga menyebut bahwa pemerintah memperpanjang masa tanggap darurat, mengingat hingga hari ke-13 ini masih banyak masalah di lapangan.

"Semisal sarana/prasarana, hunian sementara, medis, pembersihan puing-puing bangunan. Maka diperlukan kemudahan akses. Maka masa tanggap darurat diperpajang hingga 14 hari kedepan. Itu artinya sampai 26 Oktober," papar Sutopo pula.

Hal lain, tentang rehabilitasi dan rekonstruksi, kususnya warga tiga desa yang ditelan likuifaksi atau pencairan tanah.

"Proses relokasi sampai hunian jadi, antara 1-2 tahun. Karena tak hanya rumah yang dibangun tapi juga mata pencaharian mereka. Rumah-rumah yang dibangun, dirancang tahan gempa. Sambil menunggu, mereka ditempatkan di hunian sementara," kata Sutopo. (bbc)

Editor: iswidodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help