Pusat Pelayanan Data Kependudukan di Kecamatan Sragi Pekalongan Dibobol Maling

Tempat pelayanan data kependudukan di Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan dibobol maling

Pusat Pelayanan Data Kependudukan di Kecamatan Sragi Pekalongan Dibobol Maling
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Petugas dari Polres Pekalongan melakukan identifikasi di ruang pelayanan data kependudukan Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan, Kamis (11/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Tempat pelayanan data kependudukan di Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan dibobol maling yang hingga kini belum diketahui pelakunya.

Adapun, atas tindakan pencuri tersebut pusat pelayanan data penduduk di Kecamatan Sragi mengalami kerugian sekitar Rp 36 juta lebih.

Sekertaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Pekalongan, Catur Elmiyati saat dihubungi Tribunjateng.com, membenarkan adanya pencarian di pusat pelayanan data penduduk di Kecamatan Sragi.

"Memang benar ada pencarian, dan kami diberi informasi oleh pihak Polres Pekalongan, terkait apa saja yang diambil kami belum bisa memastikan karena masih didalami oleh petugas," katanya, Kamis (11/10/2018).

Catur menambahkan, di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan memang diberikan fasilitas pelayanan data kependudukan untuk masyarakat.

"Ada 19 pelayanan di 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan, dan satu di antaranya ada di Kecamatan Sragi," paparnya.

Sementara itu, Kapolsek Sragi AKP Sumantri menuturkan, saksi mata merupakan ASN di Kecamatan Sragi, yang pertama kali melihat pintu tempat pelayanan data kependudukan terbuka.

"Sekitar pukul 06.45 WIB, saksi bernama Mujinah berangkat ke kantor, namun saat hendak memasuki ruangan pelayanan data kependudukan ia melihat pintu dalam keadaan rusak, dan jendela kantor terbuka serta listrik mati selanjutnya," jelasnya.

AKP Sumantri menuturkan, melihat ada yang janggal Mujinah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sragi.

"Satu unit kamera, komputer dan printer yang ada di dalam ruangan hilang, Kemungkinan tersangka masuk ke dalam kantor dengan cara merusak pintu utama, selanjutnya masuk ke ruang operasional pemotretan e-KTP, taksiran kerugian mencapai Rp 36 juta lebih. Dan hingga kini petugas masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut," kata AKP Sumantri.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help