Gempa Situbondo

Tsunami Tertinggi Palu Capai 11,3 Meter dan Hari Ini, Masa Tanggap Darurat Sulawesi Tengah Berakhir

Dengan kekuatan cukup besar, tsunami datang dari sekitar Teluk Palu, menerjang pantai, dan menghantam permukiman juga bangunan-bangunan lainnya

Tsunami Tertinggi Palu Capai 11,3 Meter dan Hari Ini, Masa Tanggap Darurat Sulawesi Tengah Berakhir
tribunjateng/ist
Hingga 8 Oktober 2018, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa Donggala dan tsunami Palu mencapai 1.948 orang. Sedangkan korban hilang tercatat masih 843 orang. 

TRIBUNJATENG.COM, PALU -- Tsunami yang menerjang sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, 28 September silam, mencapai ketinggian 11,3 meter. Tsunami tertinggi terjadi di Desa Tondo, Palu Timur.

Sementara itu, tsunami terendah tercatat 2,2 meter terjadi di Desa Mapaga, Kabupaten Donggala.

"Dengan kekuatan cukup besar, tsunami datang dari sekitar Teluk Palu, menerjang pantai, dan menghantam permukiman juga bangunan-bangunan lainnya," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, di kantor BNPB, Jakarta Timur, Rabu (10/10).

Sutopo mengatakan, wajar jika Kota Palu terdampak bencana paling parah lantaran tsunami di kota tersebut mencapai puncak tertingginya. Tercatat, korban tewas paling banyak berada di Kota Palu. Dari total 2.045 korban meninggal akibat bencana Sulteng, 1.636 orang berasal dari Kota Palu.

Namun demikian, selain ketinggian tsunami, kerusakan yang ditimbulkan akibat terjangan gelombang air laut tersebut juga dipengaruhi oleh topografi daerah.

"Tsunami sampai ke daratan itu berbeda-beda, tergantung dari topografi daerah. Itulah yang mengakibatkan ada daerah yang sangat parah, ada yang tidak," ujar Sutopo.

Gempa bermagnitudo 7,4 dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah, 28 September 2018 silam, mengakibatkan 2.045 korban meninggal dunia, 671 orang hilang dan 10.679 jiwa luka berat. Tercatat pula, 82.775 warga mengungsi di sejumlah titik. Tak hanya itu, sebanyak 67.310 rumah dan 2.736 sekolah rusak. Serta terdapat 20 fasilitas kesehatan dan 12 titik jalan rusak berat.

Mungkin diperpanjang

Masa tanggap darurat bencana di Sulawesi Tengah kemungkinan akan diperpanjang selama 14 hari ke depan. Masa tanggap darurat itu akan resmi berakhir, Kamis hari ini.

"Kemungkinan besar diperpanjang 14 hari ke depan," ujar Kepala Badan Nasional Penanggungulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei, di kantor Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (10/10).

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help