Wakil Gubernur Jateng Terima Siswa Pertukaran Pelajar Jerman dengan SMA 5 Semarang

Gus Yasin ingin penjajakan kerja sama program pertukaran pelajar ini terus berlanjut.

Wakil Gubernur Jateng Terima Siswa Pertukaran Pelajar Jerman dengan SMA 5 Semarang
Istimewa
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menerima kunjungan Heinrich Heine Gymnasium, Hamburg, Jerman, dan SMA Negeri 5 Semarang. 

Untuk itu, selama kurun waktu empat bulan, pihaknya serius membekali 19 siswa SMA Negeri 5 Semarang sebelum mengikuti program pertukaran pelajar di Heinrich Heine Gymnasium, Hamburg.

Setiap Sabtu dan Minggu, siswa rela tidak libur untuk mempersiapkan diri.

Mereka belajar untuk fasih berkomunikasi bahasa Inggris hingga berlatih bermain gamelan dan menari.

"Kita berikan pembekalan, baik pembekalan kemampuan berbahasa Inggris, berpidato, presentasi termasuk kemampuan perform untuk bermain gamelan. Karena salah satu misinya adalah untuk mengenalkan budaya Indonesia. Tantangannya anak-anak harus tetap mengikuti pembelajaran rutin dan mereka rela selama empat bulan setiap Sabtu dan Minggu tidak libur karena itulah waktu yang efektif untuk memberikan pembekalan kepada mereka," bebernya.

Baca: Ganjar Pranowo Minta Guru Sekolah Sisipkan Pendidikan Antikorupsi pada Setiap Pelajaran

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menyambut baik penjajakan kerja sama program pertukaran pelajar antara Heinrich Heine Gymnasium, Hamburg dengan SMA Negeri 5 Semarang.

Menurutnnya, banyak hal yang dapat dipelajari oleh siswa Heinrich Heine Gymnasium, Hamburg saat tinggal di Kota Atlas.

Bukan hanya tentang mata pelajaran di sekolah, tetapi juga bagaimana kondusivitas kehidupan masyarakat, berbagai nilai dan norma, kekayaan seni budaya atau sumber daya alam Jateng dan Indonesia yang mempesona.

"Semoga betah dan nyaman dengan lingkungan dan cuaca di Kota Semarang yang cukup panas. Yang pasti, masyarakat Semarang dan Jateng pada umumnya merupakan masyarakat yang ramah. Masyarakat yang menjunjung tinggi perbedaan, demokrasi dan apa yang digambarkan oleh dunia bahwa muslim adalah radikal akan kita tepis di negara ini, khususnya Jawa Tengah. Atas apa yang kalian peroleh di Indonesia, sampaikan dan sebarluaskan kepada teman-teman dan masyarakat Jerman ketika kalian pulang nanti," kata Gus Yasin, sapaannya.

Gus Yasin ingin penjajakan kerja sama program pertukaran pelajar ini terus berlanjut.

Seperti halnya, kerja sama di bidang pendidikan antara Jawa Tengah dengan Queensland yang sudah berlangsung hingga saat ini.

Halaman
123
Penulis: m zaenal arifin
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help