Bakal Jadi Satu-satunya, Desa Dermasuci Tegal Berencana Buat Wisata Paralayang

Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah berencana akan membuat wahana wisata paralayang

Bakal Jadi Satu-satunya, Desa Dermasuci Tegal Berencana Buat Wisata Paralayang
Tribunjateng.com/Akhtur Gumilang
Salah satu bukit tertinggi di Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah berencana akan membuat wahana wisata paralayang.

Apabila terealisasi, rencana wisata Paralayang di Desa Dermasuci itu bakal menjadi satu-satunya dan pertama kali hadir di Kabupaten Tegal.

Kepala Desa Dermasuci, Mulyanto mengatakan bahwa pihaknya sejak awal tahun sudah merancang masterplan untuk membuat desanya menjadi kawasan wisata khusus paralayang.

Sebab, kata Mulyanto, Desa Dermasuci memiliki keunggulan yang tidak dimiliki desa lainnya yakni banyaknya jumlah bukit di kawasan itu.

"Desa ini memiliki banyak bukit. Kami sudah rancang masterplannya agar Dermasuci bisa menjadi desa wisata khusus wahana paralayang. Kita punya tujuh bukit di sini," kata Mulyanto saat ditemui Tribunjateng.com, Jumat (12/10/2018).

Bukit tertinggi di wilayah Desa Dermasuci sendiri mencapai sekitar 750 mdpl, sedangkan sisanya berkisar dari 400-500 mdpl.

Keunggulan letak geografis itu lantas membuat Mulyanto bersama jajaran perangkat desa lainnya mengusung desa wisata paralayang.

"Jika terealisasi, wisata paralayang akan menjadi yang pertama hadir di Kabupaten Tegal. Bagi saya jelas untuk meningkatkan perekonomian desa," tambah dia.

Untuk merealisasi desa wisata itu, Mulyanto menambahkan perlu anggaran sebesar Rp 10 miliar.

Sedangkan, pihaknya kini baru memiliki anggaran sebesar Rp 120 juta yang bersumber dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) Dana Desa (DD).

Maka dari itu, dia berencana akan menggandeng pihak ketiga atau investor guna merealisasikan wisata paralayang itu.

Dalam hal ini, Mulyanto pun belum menargetkan akan rampung sampai kapan proyek masterplan yang dibuatnya.

"Ya kami belum bisa menargetkan karena anggarannya masih minim. Selain untuk wisata paralayang, kami juga akan buat khusus untuk kawasan outbond dan perkemahan," terangnya. (*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved