Bisnis Keluarga di Indonesia Dinilai Lebih Percaya Diri untuk Persiapkan Masa Depan

Supaya dapat bersaing di arena internasional dan ECN merupakan penasihat layanan EIU.

Bisnis Keluarga di Indonesia Dinilai Lebih Percaya Diri untuk Persiapkan Masa Depan
The economist corporate network. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Desta Leila Kartika

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bisnis keluarga di Indonesia menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi, terhadap kesiapan masa depan mereka dari rata-rata pada umumnya.

Hal tersebut menurut penelitian terbaru The Economist Intelligence Unit yang disponsori oleh SAP. 

Bisnis keluarga Indonesia juga dinilai menjadi yang paling percaya diri pada kemampuan mereka untuk menyebarkan teknologi baru.

Mencetak 8,26 poin dibandingkan dengan rata-rata 7,91 poin pada skala 10 poin.

Dimana skor 10 menunjukkan kepercayaan diri tertinggi di negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Direktur Economist Corporate Network (ECN), Rachel Morarjee mengatakan sebagai bagian dari penelitian regional tersebut, para pemimpin bisnis keluarga dari Asia Tenggara termasuk Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand, berpartisipasi dalam memberikan penilaian pribadi terhadap kesiapan masa depan mereka.

Baca: Semarang Property Expo di Paragon Mall, PT Fingerjoint Cipta Mandiri Beri Promo Interior Furniture

Kategori tersebut di antaranya sumber daya manusia (people), lingkungan (environment), proses (processes) dan teknologi (technology). Temuan ini dijelaskan dalam hasil penelitian EIU bertajuk "Planning for Prosperity".

“Untuk memperkuat jejak langkah mereka dan meraih peluang dalam ekonomi digital, bisnis keluarga Indonesia tidak dapat terus bergantung pada koneksi ataupun kesetiaan pelanggan,” ucap Rachel Morarjee, pada Tribunjateng.com, Jumat (12/10/2018).

Selain itu Rachel juga menjelaskan bisnis keluarga dan UKM perlu mempersenjatai diri di masa depan dengan pengetahuan dan inovasi digital.

Supaya dapat bersaing di arena internasional dan ECN merupakan penasihat layanan EIU untuk para pemimpin bisnis senior.

“Transformasi digital telah menjadi keharusan untuk semua bisnis, tidak peduli ukuran ataupun area industrinya. Bisnis keluarga Indonesia perlu merangkul pergerakan digital untuk meningkatkan inovasi dan daya saing," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama Managing Director SAP Indonesia, Andreas Diantoro mengungkapkan generasi ketiga darah muda bisnis keluarga, kini tengah mengguncang bisnis dan memperkenalkan teknologi dan inovasi baru.

"SAP menawarkan portofolio solusi yang mendukung UKM dengan aspirasi transformasi digitalnya. Khususnya SAP Business One adalah aplikasi bisnis on-premise dan cloud untuk bisnis kecil yang modular dan fleksibel, dengan berbagai pilihan add-ons yang disesuaikan dengan industri dan fungsi khusus,” tambahnya. (*)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved