Gempa Situbondo

Gempa Hari Ini : Pulau Sapudi Terparah dan Detik-detik Warga Selamatkan Diri Saat Gempa

Gempa Hari ini dikabarkan dampak gempa Situbondo daerah yang terparah terjadi di Pulau Sapudi dan kisah warga menyelamatkan diri saat gempa

Gempa Hari Ini : Pulau Sapudi Terparah dan Detik-detik Warga Selamatkan Diri Saat Gempa
tribunjateng/widha kumalasari
Di dekat Pulau Madura terdapat tempat wisata yang masih perawan bagi petualang. Yaitu Gili Labak di Kabupaten Sumenep MADURA 

TRIBUNJATENG.COM, MADURA -- Gempa kuat kembali melanda Indonesia. Kali ini gempa berkekuatan 63 SR mengguncang wilayah Jawa Timur dan Bali, sekira pukul 01.57 WIB, Kamis (11/10), mengakibatkan sedikitnya tiga orang tewas.

BMKG melaporkan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 km arah timur laut Kota Situbondo, pada kedalaman 12 km.

Daerah terparah akibat gempa yaitu Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Kabupaten Semenep, Jawa Timur. Sebanyak tiga orang meninggal dunia akibat tertimpa bangunan roboh.

Gempa dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di Sumenep dan Situbondo selama 2-5 detik. Masyarakat berhamburan keluar rumah. Sedang di daerah lain gempa dirasakan sedang selama 2-5 detik.

Selain korban meninggal, di Pulau Sapudi ada 27 korban luka-luka. Melihat daftar tersebut, kebutuhan kesehatan sangat dibutuhkan di pulau itu.

"Masalah kesehatan yang mendesak. Semua yang sakit nggak mau dibawa ke Sumenep, makanya nanti disiapkan rumah sakit sementara di Sapudi," ujar Gubernur Jawa Timur Soekarwo, seusai meninjau kondisi di Pulau Sapudi.

Soekarwo menambahkan sangat diperlukan pelayanan di ortopedi dan bedah. "Saya lihat di sana banyak yang menderita patah kaki atau tangan, jadi membutuhkan pelayanan ortopedi," ungkapnya.

Menurut Soekarwo Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, mengalami kerusakan terberat. Sebanyak 30 rumah rusak berat, 80 rumah rusak sedang, dan 100 rumah rusak ringan. Sedang di Kecamatan Nunggunung terdapat 36 rumah rusak berat. "Ada kakek dan cucunya yang meninggal akibat tembok rubuh," ujar Soekarwo.

Sebagai langkah awal, Polda Jatim menerjunkan tim medis ke Pulau Sapudi. Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan menjelaskan tim medis berasal dari Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.

"Ada dua dokter yang membawa obat-obatan," ucap Luki.
Ia menerangkan tim medis akan fokus pada pengobatan gratis bagi masyarakat. "Dua dokter itu akan menanggani penyakit ringan yang muncul setelah gempa," ungkapnya.

Halaman
1234
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved