22 Orang Meninggal Akibat Banjir Bandang di Sumut dan Sumbar, Evakuasi Masih Terus Dilakukan

Dampak yang ditimbulkan cukup besar. Tercatat, total 22 orang korban meninggal dunia, akibat bencana banjir di dua provinsi itu.

22 Orang Meninggal Akibat Banjir Bandang di Sumut dan Sumbar, Evakuasi Masih Terus Dilakukan
bbc
Hujan lebat sejak Kamis (11/10) di Sumatera Barat mengakibatkan banjir dan menewaskan 6 orang. Bahkan ratusan rumah terendam banjir hingga ketinggian satu meteran. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hujan deras yang melanda wilayah di Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) selama dua hari, Kamis-Jumat (11-12/10/2018) menyebabkan bencana banjir, banjir bandang dan longsor di beberapa tempat.

Dampak yang ditimbulkan cukup besar. Tercatat, total 22 orang korban meninggal dunia, akibat bencana banjir di dua provinsi itu.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB‎, ‎Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan berdasarkan data sementara yang dilaporkan BPBD Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat, banjir dan longsor menyebabkan 20 orang meninggal dunia, 15 orang hilang dan puluhan orang luka-luka di 4 wilayah.

Antaralain Kabupaten Mandailing Natal, Kota Sibolga, Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Pasaman Barat.

Banjir dan longsor melanda 9 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara yaitu Kecamatan Natal, Lingga Bayu, Muara Batang Gadis, Naga Juang, Panyambungan Utara, Bukit Malintang, Ulu Pungkut, Kota Nopan dan Batang Natal pada Jumat (12/10/2018) pagi dan sore hari.

Data sementara tercatat 13 orang meninggal dunia dan 10 orang hilang di Mandailing Natal.

11 murid madrasah di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, meninggal dunia tertimpa bangunan yang hancur diterjang banjir bandang pada Jumat (12/10/2018) sore saat jam pelajaran sedang berlangsung.

"Diperkirakan 10 orang hilang. Kejadian berlangsung mendadak. Sungai Aek Saladi tiba-tiba mengalir dengan debit besar dan membawa lumpur dan meluap sehingga menerjang madrasah.

Jumlah korban hilang masih dapat berubah karena belum dapat dipastikan. Korban tertimbun lumpur dan material tembok yang roboh," katanya, dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/10/2018).

Halaman
123
Penulis: yayan isro roziki
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help