BNPB Catat Ada 20 Orang Meninggal dan 15 Hilang Akibat Banjir dan Longsor di Sumbar dan Sumut

BNPB mencatat, musibah banjir dan longsor yang melanda Sumut dan Sumbar ada 20 orang meninggal dan 15 hilang.

BNPB Catat Ada 20 Orang Meninggal dan 15 Hilang Akibat Banjir dan Longsor di Sumbar dan Sumut
bbc
Hujan lebat sejak Kamis (11/10) di Sumatera Barat mengakibatkan banjir dan menewaskan 6 orang. Bahkan ratusan rumah terendam banjir hingga ketinggian satu meteran. 

TRIBUNJATENG.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, musibah banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada Kamis dan Jumat (11-12/10/2018), ada 20 orang meninggal dan 15 hilang. Selain itu, juga menyebabkan puluhan orang terluka.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Utara dan Barat, korban tewas, hilang dan luka tersebar di 4 wilayah.

Antaralain di Kabupaten Mandailing Natal, Kota Sibolga, Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Pasaman Barat.

Banjir dan longsor melanda 9 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara.

Yaitu Kecamatan Natal, Lingga Bayu, Muara Batang Gadis, Naga Juang, Panyambungan Utara, Bukit Malintang, Ulu Pungkut, Kota Nopan dan Batang Natal pada Jumat (12/10/2018) pagi dan sore hari.

Data sementara mencatat 13 orang meninggal dunia dan 10 orang hilang di Mandailing Natal.

Sebanyak 11 murid madrasah di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, meninggal dunia tertimpa bangunan yang hancur diterjang banjir bandang pada Jumat (12/10/2018) sore saat jam pelajaran sedang berlangsung.

"Diperkirakan 10 orang hilang. Kejadian berlangsung mendadak. Sungai Aek Saladi tiba-tiba mengalir dengan debit besar dan membawa lumpur dan meluap sehingga menerjang madrasah.

Jumlah korban hilang masih dapat berubah karena belum dapat dipastikan. Korban tertimbun lumpur dan material tembok yang roboh," jelas Sutopo melalui siaran pers, Sabtu (13/10/2018).

Lalu pada Sabtu (12/10/2018) pagi, ditemukan 2 korban meninggal lagi akibat kendaraan masuk sungai dan hanyut.

Halaman
1234
Editor: m nur huda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved