Kabupaten Pati Jadi Daerah Pendaftar CPNS Terbanyak

Pendaftar yang tiap tahunnya bertambah tak membuat para pejuang seleksi CPNS gentar.

Kabupaten Pati Jadi Daerah Pendaftar CPNS Terbanyak
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Pati Jumani. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Lita Febriani

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Seleksi CPNS selalu memiliki daya tarik tersendiri bagi para pencari kerja dimanapun berada.

Pendaftar yang tiap tahunnya bertambah tak membuat para pejuang seleksi CPNS gentar dalam mengikuti alur seleksi yang sudah ditentukan.

Pendaftaran seleksi CPNS sendiri sebelumnya ditutup hingga 12 Oktober lalu namun dengan beberapa pertimbangan Badan Kepegawaian Negara (BKN) memutuskan memperpanjang pendaftaran hingga 15 Oktober pukul 23.59 WIB.

Pendaftaran yang diperpanjanh tentunya berimbas pasa bertambahnya pendaftar yang akan mengikuti seleksi CPNS.

Baca: Buka Tahapan Uji Kompetensi Seleksi JPT Kabupaten Pati, Ketua Pansel Ingatkan Soal Korupsi

Kabupaten Pati sendiri tercatat sebagai daerah dengan pendaftar terbanyak untuk wilayah Jawa Tengah dan DIY yaitu, 7.999 pendaftar, dimana Pati masuk dalam kantor regional (Kanreg) Yogyakarta.

"Jadi memang jumlah pendaftar terbanyak kan Provinsi Jawa Tengah, DIY kemudian di peringkat tiga adalah Kabupaten Pati, saya juga tidak tahu kenapa. Sampai dengan hari ini, jumlah pendaftar di Kabupaten Pati sebanyak 7.999 orang, 8.000 kurang 1," tutur Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Pati Jumani pada Jumat (12/10/2018).

Jumani menambahkan, per Jumat 12 Oktober 2018, semua kabupaten se-Jawa Tengah dan DIY, Pati memang menempati peringkat terataa pendaftar CPNS terbanyak.

Secara teknis pendaftaran CPNS melalui sistem online ini memang tergolong sulit. Namun BKPP Pati sebagai pihak yang melakukan verifikasi terus berupaya membantu dan mempermudah teknis pendaftaran wilayah Pati, sampai dengan tanggal pendaftaran berakhir.

"Jadi para pelamar tidak perlu terlalu mengkhawatirkan ketika proses mengupload persyaratan administrasi. Kesalahan - kesalahan sedikit yang terjadi saat pelamar mengakses dan mengupload akan kita abaikan," terang Jumani.

Jika ditemukan berkas pelamar yang kurang lengkap saat tahap verifikasi, pihaknya akan langsung menghubungi pelamar guna melakukan kelengkapan berkas.

"Terkait berkas yang diupload, sebenarnya berkasnya mudah - mudah, namun karena buru - buru maupun grogi, pelamar malah melakukan kesalahan. Contohnya adalah formasi keperawatan, kadang - kadang yang diupload adalah surat ners-nya, namun ijazahnya malah tidak.

Lha kami dari tim verifikator ketika menemui hal semacam ini, langsung berusaha menghubungi pelamar untuk mengklarifikasinya, agar pelamar dapat melengkapi dan lolos administrasi," jelas Jumani.

Nantinya setelah lolos tahap administrasi, pelamar dapat mencetak kartu tes yang mana di kartu tes ini akan tertera formasi serta tempat yang akan dijadikan tes, Kabupaten Pati sendiri akan mendapat tempat tes di Ungaran, Kabupaten Semarang. (*)

Penulis: Lita Febriani
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved