Pilpres 2019

Mbah Moen Mewanti-wanti Atas Bahaya Hoaks Jelang Pemilu 2019

Ia pun mendukung langkah tegas aparatur penegak hukum dalam memberantas hoaks.

Mbah Moen Mewanti-wanti Atas Bahaya Hoaks Jelang Pemilu 2019
Istimewa/Humas Polda Jateng
Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono berkunjung ke kediaman pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Anwar KH Maimoen Zubair di Karangmangu, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Jumat (27/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Memasuki tahun politik, tokoh kharismatik Nahdlatul Ulama (NU), KH Maimoen Zubair mewanti-wanti semua pihak untuk tak membuat kegaduhan negeri, melalui persebaran berita bohong atau hoaks. ‎

Ia pun mendukung langkah tegas aparatur penegak hukum dalam memberantas hoaks.

"Berita bohong atau hoaks berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di dalam negeri, terutama menjelang Pilpres dan Pileg 2019," kata tokoh yang akrab disapa Mbah Moen, dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Jateng, Sabtu (13/10/2018).

Disampaikan, berawal dari berita hoaks yang tersebar secara masif, ‎sebuah bencana sosial, berupa konflik horizontal di masyarakat, bisa saja terjadi.

"Hal yang lumrah bila kepolisian memberikan prioritas dan perhatian terhadap kasus-kasus tersebut, untuk menghindari dampak kasus yang bisa berbuntut pada konflik di masyarakat," ucap pengasuh pondok pesantren (Ponpes) Al-Anwar, Sarang, Rembang itu.

Mbah Moen pun mengutip ayat dalam alquran, 'wa hadzal baladil amin', yang terdapat dalam surat At-Tin.‎ Menurutnya, ayat itu bermakna negeri yang aman dan damai.

Dituturkan, untuk bisa menjadi negeri yang aman dan damai, maka diperlukan kepastian hukum, serta adanya aparat yang tegas dan berlaku adil. ‎

Serta, semua elemen menghindari pergolakan yang dapat menghancurkan negeri.

"Maka syarat untuk menjadikan sebuah negeri yang aman adalah dengan sama-sama menyediakan rasa nyaman dan aman serta kebutuhan lainnya‎. Salah satu upayanya adalah memberantas hoaks, yang bisa menjadi sumber fitnah dan perpecahan," tutur Mbah Moen.

‎Ayah dari Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin, itu berharap aparat kepolisian dan TNI dapat menjadi benteng yang kokoh dalam menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. Untuk menjadi benteng yang kokoh, TNI-Polri harus profesional, tegas, bersih, dan adil. (yan)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved