Raja Juli Antoni Minta Publik Nilai Pidato Jokowi dan Prabowo soal Konsep Ekonomi

Sekjen PSI, Raja Juli Antoni meminta publik untuk menilai gagasan konsep ekonomi antara dua kandidat calon presiden.

Raja Juli Antoni Minta Publik Nilai Pidato Jokowi dan Prabowo soal Konsep Ekonomi
KOMPASTV
Pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin mendapat nomor urut satu dan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat nomor urut dua sebagai peserta Pemilu Presiden 2019. 

TRIBUNJATENG.COM - Sekjen PSI, Raja Juli Antoni meminta publik untuk menilai gagasan konsep ekonomi antara dua kandidat calon presiden.

Hal tersebut, Antoni sampaikan melalui akun twitter @AntoniRaja yang ia tulis pada Sabtu (13/10/18).

Antoni meminta publik untuk menilai dan membandingkan pidato Jokowi yang bertema Game of Thrones dengan pidato Prabowo Subianto yang bertema Make America Graet Again.

“Kualitas konsep ekonomi dua kandidat presiden kita dapat terlihat dari pidato mereka terakhir. Game of Thrones Vs Make America Graet Again,” tulis Raja Juli Antoni.

Pidato Jokowi Game of Thrones

Presiden Jokowi memberikan sambutan di acara Annual Meeting IMF World Bank Plenary, di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali.

Presiden Jokowi menyampaikan kepada para pemimpin keuangan dunia untuk waspada dan meningkatkan kerja sama dalam menghadapi perkembangan ekonomi global saat ini.

Presiden Jokowi mengibaratkan gejolak perekonomian global yang saat ini sedang berlangsung bak series 'Game of Thrones'.

"Akhir-akhir ini, hubungan antar negara-negara ekonomi maju, semakin lama semakin terlihat seperti “Game of Thrones," ucap Presiden Jokowi.

Baca: VIDEO SEMARANG : 1000 Wanita Ikuti Deklarasi Berjarit dan Berkebaya

Baca: Para Pejabat Internasional Memuji Pidato Game of Thrones Ala Jokowi, HBO pun Beri Tanggapan

Baca: Starting Line Up PSIS Semarang Vs Barito Putera, Link Live Streaming Klik di Sini

Jokowi pun menjelaskan, kemiripan tersebut karena saat ini negara-negara maju tengah mengalami ketidakselarasan yang menimbulkan peningkatan harga minyak dunia, pergolakan mata uang yang efek negatifnya banyak dirasakan negata berkembang.

Halaman
1234
Penulis: Wahyu Ardianti Woro Seto
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved