Ramai saat Akhir Pekan, Kelenteng Sam Poo Kong Juga Bisa Jadi Wahana Edukasi

"Ke Sam Poo Kong ini kan tempat pendidikan juga, sekalian buat belajar anak-anak jadi tahu dunia luar...

Ramai saat Akhir Pekan, Kelenteng Sam Poo Kong Juga Bisa Jadi Wahana Edukasi
Audita Widya Pinasthika
Pengunjung mengabadikan momen dengan berfoto bersama di depan Kelenteng Sam Poo Kong, Semarang, Sabtu (13/10/18). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kelenteng Sam Poo Kong merupakan bekas tempat persinggahan dan pendaratan Laksamana Tiongkok yang bernama Cheng Ho. Kelenteng ini memiliki suasana perpaduan keislaman karena Laksamana Tiongkok Cheng Ho yang beragama islam.

Sekarang ini Sam Poo Kong digunakan sebagai tempat peribadatan umat Tionghoa dan ziarah. Selain itu Sam Poo Kong juga merupakan tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi di Kota Semarang

Kelenteng yang berada di Jalan Simongan No.129, Bongsari, Semarang Barat, Kota Semarang ini ramai pengunjung pada hari-hari libur atau weekend.

Suasana khas yang terbentuk dari arsitektur-arsitektur khas China membuat pengunjung berlomba-lomba untuk mengabadikan momen dengan kamera.

Tidak jauh berbeda dengan rombongan Study Tour dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Batang yang berkunjung ke Sam Poo Kong pada Sabtu (13/10/18) dan menghabiskan momen kebersamaan dengan bernyanyi bersama.

Yofi Firmansyah, guru kelas SLB Negeri Batang, mengatakan bahwa kunjungan ke Sam Poo Kong ini juga sebagai salah satu pengenalan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus. Karena selain anak-anak tersebut, ia juga menyebutkan bahwa ini kali pertama anak-anak berwisata keluar kota.

"Pengenalan sama anak-anak soalnya anak juga jarang keluar. Mereka kan senang kalau main, kalau di sekolah kan mainnya udah di sekolah aja karena kebetulan sekolahnya ada di pinggir jalan jadinya bahaya kalau ke luar. Makanya di agendakan study tour tiap tahun, agar kita bisa dapat momen kebersamaan dengan anak-anak." jelas Yofi, Sabtu (13/10/18).

Momen kebersamaan itu ditunjukkan dari banyaknya anak-anak yang menari dan menyanyi bersama dengan Orkes Keroncong Ora Guyon yang sedang tampil di Sam Poo Kong. Terlihat raut wajah anak-anak yang tertawa sambil menari bersama teman-temannya sekaligus guru-guru dan menciptakan momen kebersamaan yang kental.

Yofi juga mengatakan alasan lain memilih Sam Poo Kong sebagai salah satu destinasi wisata yang dikunjungi yaitu karena Sam Poo Kong juga merupakan tempat sejarah dan juga tempat pendidikan yang bisa digunakan untuk tempat belajar.

"Ke Sam Poo Kong ini kan tempat pendidikan juga, sekalian buat belajar anak-anak jadi tahu dunia luar. Ini kita semuanya satu sekolah ikut ya, ada 7 bis. Gimana ya, kalau anak-anak ini kan memang kalau mau main sama anak normal biasa kadang ada yang masih ngelihatnya sebelah mata, jadi kalau dirumah juga nggak keluar." tambahnya.

Komplek Kelenteng Sam Poo Kong terdiri atas beberapa tempat kunjungan yaitu seperti Klenteng Besar dan gua Sam Poo Kong, Klenteng Tho Tee Kong, dan tempat-tempat pemujaan. Klenteng Besar dan gua merupakan bangunan yang digunakan sebagai pusat seluruh kegiatan pemujaan.

Biaya masuk ke Kelenteng Rp 10.000 per orang dewasa untuk masuk ke area area halaman dan Rp 28.000 per orang jika ingin masuk ke dalam tempat peribadatan. Sedangkan untuk biaya anak-anak Rp 8.000 per anak ke area halaman Kelenteng. (Audita Widya Pinasthika/Magang Undip)

Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved