Reaksi Warga Dieng saat Gempa Guncang Wilayah Mereka

Hingga pukul 07.46 Wib, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock)

Reaksi Warga Dieng saat Gempa Guncang Wilayah Mereka
Ilustrasi gempa bumi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA-Wilayah Dieng Banjarnegara diguncang gempa bumi tektonik, pukul 06.23 Wib, Sabtu (13/10). Hasil analisis BMKG menunjukkan, gempabumi ini memiliki kekuatan magnitudo 2.4. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,35 LS dan 109,92 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 14 kilometer arah Tenggara Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah pada kedalaman 9 kilometer.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Gempa dirasakan oleh sebagian masyarakat di Kawasan Dieng, I SIG-BMKG (I-II MMI).

Hingga pukul 07.46 Wib, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,"kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara Setyoajie Prayoedhie

Gempa ini dirasakan sampai di Desa Kepakisan, Batur Banjarnegara. Sarwo Edi, warga Desa Kepakisan Batur Banjarnegara mengatakan, gempa hanya terasa ringan oleh warga di desanya.
Karena itu, warga biasa saja menyikapi kemunculan gempa tektonik itu.

Sarwo merasakan gempa itu seperti guncangan saat kendaraan truk melintas, kecil.

"Terasa kecil, sudah biasa kalau begitu,"katanya

Karena guncangan terasa ringan, warga pun tak sampai panik dan berhamburan keluar rumah. Sarwo mengungkapkan, sebelum ini, gempa terakhir terjadi sekitar setahun lalu. Sama halnya hari ini, gempa saat itu merupakan gempa tektonik.

Sarwo mengatakan, warga lebih khawatir jika gempa yang terjadi adalah gempa vulkanik, daripada tektonik. Pasalnya, masyarakat tinggal di wilayah gunung api. Terlebih Desa Kepakisan berdekatan dengan lokasi kawah Sileri yang kerap erupsi.

Tinggal di wilayah gunung api membuat mereka selalu waspada akan ancaman bahaya yang sewaktu-waktu bisa datang.

"Kalau tektonik kan dimana tempat bisa terjadi. Kalau gempa vulkanik hanya di wilayah gunung api. Yang lebih kami khawatirkan gempa vulkanik, karena kita tinggi di wilayah gunung api,"katanya. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved