Fathonah Senang Bisa Lihat Alquran Lagi

Sebanyak 37 pengidap katarak mendapat operasi gratis di Rumah Sakit Kumala Siwi Kudus, Sabtu (13/10).

Fathonah Senang Bisa Lihat Alquran Lagi
TRIBUNJATENG/RIFQI GOZALI
Sebanyak 37 pengidap katarak mendapat operasi gratis di Rumah Sakit Kumala Siwi Kudus, Sabtu (13/10). Bagaimana kebahagiaan mereka setelah dioperasi? 

TRIBUNJATENG.COM - Sebanyak 37 pengidap katarak mendapat operasi gratis di Rumah Sakit Kumala Siwi Kudus, Sabtu (13/10). Bagaimana kebahagiaan mereka setelah dioperasi?

Para penderita katarak yang mendapat operasi gratis tidak hanya datang dari Kudus. Mereka juga datang dari wilayah sekitar Kudus, misalnya Jepara. Satu di antaranya yaitu Fathonah.

Perempuan asal Kudus yang memiliki usia lebih sekitar 70 tahun itu mengaku senang, sebab di masa senjanya dia kesusahan saat membaca Alquran. Katarak yang menyerang matanya membuat huruf hijaiah pada setiap lembar Alquran tak lagi bisa dilihatnya secara jelas. Bahkan, katanya, sampai kabur tak terbaca.

“Semoga setelah operasi katarak, bisa kembali jelas penglihatannya. Supaya bisa baca Alquran lagi, gawe sangu mati (untuk bekal selepas meninggal),” kata Fathonah.

Sebelum menjalani operasi, mereka harus menjalani seleksi. Seleksi dalam hal ini yaitu memeriksa kondisi mata dan menentukan kelayakan calon pasien untuk menjalani operasi.

Direktur Rumah Sakit Kumala Siwi Suswanto mengatakan, dari hasil seleksi, terpilih 37 orang yang siap dioperasi. Umumnya mereka dari golongan masyarakat kurang mampu. Adanya program sosial ini dinilai sangat membantu.

Apa lagi ada dukungan dari Irwan Hidayat selaku Direktur Sido Muncul yang notabene sebagai pelaku usaha kenamaan di negeri ini dan mantan pebulutangkis nasional Hariyanto Arbi.

Suswanto menambahkan, sebagian besar penderita katarak yang saat ini ditangani disebabkan kurangnya asupan gizi. Faktor lain yang turut menjadi penyebab yaitu karena mata yang terlampau sering terkena polusi dan debu.

Irwan Hidayat mengatakan, operasi kali ini merupakan program sosial tahun ketujuh sejak 2011. Terhitung sudah ada 51.513 mata yang telah dioperasi berkat program yang dicanangkan.

“Karena bagi saya, orang yang kehilangan penglihatan itu sudah kehilangan separuh dari hidupnya. Dengan bisa melihat secara jelas, kita bisa menikmati indahnya alam, melihat anak cucu dan keluarga,” kata dia.

Tahun ini, katanya, sedikitnya sudah ada 1.500-an penderita katarak yang telah dioperasi. Ke depan, dia ingin program serupa agar terus berjalan demi membantu pengidap katarak dari kalangan kurang mampu.

“Operasi mata katarak ini, merupakan kesempatan berbuat baik kepada sesama. Kalau tidak ada orang susah, sebagai orang beragama kita tidak bisa berbuat baik,” tuturnya.

Sedangkan Hariyanto Arbi berkata, banyak masyarakat yang berminat mengikuti operasi katarak gratis. Hanya saja, sebagian dari mereka yang telah mendaftar tidak lolos saat diseleksi. Ke depan, jika terdapat program serupa berharap mereka yang sebelumnya telah gagal bisa kembali mengikutinya.

“Dampaknya sangat besar. Bagi yang tidak lolos karena mungkin punya diabetes ke depan bisa kembali mendaftar sembari mempersiapkan diri sebelumnya,” kata dia.

Sebentar lagi, katanya, juga akan dilakukan program sosial berupa operasi bibir sumbing gratis. (Tribunjateng/Rifqi Gozali)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help