Polres Pekalongan Serahkan Elang Jawa Tangkapan Warga ke Penangkaran Linggoasri

Kabupaten Pekalongan memiliki bentang alam cukup luas terutama daerah penyangga air seperti kawasan hutan Petungkriyono.

Polres Pekalongan Serahkan Elang Jawa Tangkapan Warga ke Penangkaran Linggoasri
dok Polres Pekalongan
Elang Jawa yang ditangkap warga Desa Wonorejo Kabupaten Pekalongan, yang kini dipindahkan ke penangkaran di Linggoasri, Minggu (13/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Kabupaten Pekalongan memiliki bentang alam cukup luas terutama daerah penyangga air seperti kawasan hutan Petungkriyono.

Selain itu, kawasan Petungkriyono yang memiliki luasan sekitar 73,59 kilometer persegi atau 8,8 persen dari luasan wilayah Kabupaten Pekalongan juga memiliki keanekaragaman jenis binatang, termasuk binatang dilindungi.

Baik, lutung, owa, walang Jawa juga endemik asli hutan Petungkriyono, berbagai macam cara dilakukan baik dari Polres Pekalongan, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng, maupun jajaran Pemkab untuk melestarikan hewan tersebut.

Satu di antaranya dilakukan oleh Polres Pekalongan, pasalnya pihak Polres telah menyerahkan seokor elang Jawa ke balai konservasi Linggoasri.

Elang Jawa yang diserahkan merupakan tangkapan warga Desa Wonorejo Kabupaten Pekalongan, dan hampir satu pekan binatang tersebut dikurung dalam kandang di kediaman warga.

Diterangkan Ipda Suradi dari Unit Tipidter Satreskrim Polres Pekalongan, saat dibawa ke tempat penangkaran elang tersebut dalam kondisi lemas.

"Warga Desa Wonorejo saat menjaring burung, menemukan seekor elang yang tersangkut di jaring, lalu bintang tersebut dibawa pulang," katanya kepada Tribunjateng.com, Minggu (13/12018).

Ipda Suradi mengatakan, elang tersebut sudah dikurung hampir satu pekan di rumah warga, karena pihak Polres mendapatkan informasi dari warga, pihaknya langsung mendatangi lokasi tempat dikurungnya burung dilindungi tersebut.

"Kami mendatangi rumah milik Murido yang mendapatkan elang tersebut, dan kami edukasi bahwasanya burung tersebut termasuk binatang dilindungi, dan ia akhirnya menyerahkan ke Polres Pekalongan," katanya.

Ditambahkannya, kini kondisi elang jawa sudah lebih baik dari kondisi sebelumnya, karena dirawat oleh pihak penangkaran di Linggoasri.

"Kami menghimbau, jika masyarakat melihat hewan yang dilindungi, jangan sekali-kali berniat untuk menangkap ataupun menjualnya, karena akan berurusan dengan hukum.

Karena melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dan akan dikenakan sanksi paling lama 5 tahun kurungan dengan denda Rp 100 juta," tegasnya.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved