Seluk Beluk Penyerahan Diri Eddy Sindoro ke KPK, Biar Kasus Cepat Selesai

Setelah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, ternyata ia masuk ke terminal keberangkatan internasional lalu terbang lagi ke Bangkok

Seluk Beluk Penyerahan Diri Eddy Sindoro ke KPK, Biar Kasus Cepat Selesai
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Dirjen Imigrasi Ronny Sompie 

TRIBUNJATENG.COM - Direktur Jenderal Imigrasi, Ronny F Sompie, telah menugaskan Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Dirwasdakim) serta Direktur Intelijen Keimigrasian (Dirintelkim) melakukan penyelidikan terhadap keterlibatan oknum petugas imigrasi yang membantu buron Eddy Sindoro kabur dari wilayah Indonesia.

Eddy Sindoro, mantan Komisaris Utama Lippo Group, tersangka kasus suap yang selama ini menjadi buron Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebenarnya telah dideportasi oleh pemerintah Malaysia pada Rabu (29/8) lalu.

Setelah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, ternyata ia masuk ke terminal keberangkatan internasional lalu terbang lagi ke Bangkok, diduga dibantu pengacaranya dan oknum petugas imigrasi.

"Manakala ada petugas imigrasi yang terbukti membantu Eddy Sindoro, sanksinya bisa dikenakan UU No 6 Tahun 2011 dan peraturan internal tentang disiplin dan pelanggaran di bidang keimigrasian," terang Ronny, Sabtu (13/10/2018) malam.

Menurut penyelidikan sementara, begitu mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada 29 Agustus lalu, Eddy Sindoro melapor ke petugas imigrasi di tempat pemeriksaan imigrasi (TPI).

Ronny menjelaskan sesuai pasal 9 UU No 6 Tahun 2011, setiap orang yang akan keluar atau masuk Indonesia wajib melaporkan kedatangan dan keberangkatannya di TPI. Manakala tidak melapor orang tersebut dikenakan pidana penjara maksimal satu tahun atau denda Rp 100 juta.

Eddy Sindoro menyerahkan diri ke Kedubes RI di Singapura pada Jumat (12/10).

Ia kemudian dijemput petugas KPK dan kini menjalani penahanan selama 20 hari ke depan.

Selama dua tahun dalam pelarian, Eddy Sindoro diduga melakukan perjalanan ke empat negara yaitu Thailand, Malaysia, Singapura, dan Myanmar.

KPK juga menetapkan status tersangka pada pengacara Lucas, penasihat hukum Eddy Sindoro, atas dugaan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan KPK.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved