Tewaskan 7 Orang, Kecelakaan Maut di Boyolali Diduga karena Rem Bus Blong

Kecelakaan melibatkan bus pariwisata dan mobil Isuzu Panther yang mengakibatkan tujuh orang tewas.

Tewaskan 7 Orang, Kecelakaan Maut di Boyolali Diduga karena Rem Bus Blong
KOMPAS.com/LABIB ZAMANI
Petugas Ditlantas Polda Jateng dan Satlantas Polres Boyolali melakukan olah TKP kecelakaan yang menewaskan tujuh orang di Jalan Semarang-Solo tepatnya di Dukuh Pomah RT 004/ RW 001, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (14/10/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Ditlantas Polda Jateng bersama Satlantas Polres Boyolali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan maut di Jalan Semarang-Solo tepatnya di Dukuh Pomah RT 004 RW 001, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (14/10/2018).

Kecelakaan melibatkan bus pariwisata dan mobil Isuzu Panther yang mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia.

Olah TKP dimulai sekitar pukul 09.30, dipimpin Kasubdit Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng AKBP Catur Gatot Efendi.

Baca: Kecelakaan Maut Tewaskan 7 Orang di Mojosongo Boyolali, Seluruhnya Terjamin Jasa Raharja

Saat olah TKP berlangsung, arus lalu lintas kendaraan dari arah barat ke timur (Semarang-Solo), dialihkan sementara ke lajur selatan atau contra flow dengan kendaraan dari arah timur ke barat (Solo-Semarang).

Puluhan personel kepolisian dari Ditlantas dan Satlantas Polres Boyolali diterjunkan selama proses olah TKP.

"Olah TKP kami gunakan sistem kamera laser 3D, sehingga kejadian kecelakaan dari sebelum, sesaat hingga sesudah kecelakaan semuanya terekam di dalam kamera ini," kata Catur, di sela-sela olah TKP.

Baca: Truk Bir Terguling : Anak-Anak Berniat Menjarah Botol-botol Bir Yang Berserakan di Jalan Tol

Metode tersebut digunakan untuk melengkapi bukti penyidik memproses berkas perkara kasus kecelakaan maut.

"Semuanya akan bisa diketahui melalui rekaman lensa tiga dimensi. Misalnya kecelakaan dimulai dari sini, terus kecelakaan dan sesudahnya, posisi kendaraan ada di mana, semuanya akan kelihatan nanti," ujar dia.

Dari hasil olah TKP, kecelakaan maut sementara diduga karena rem dan setir bus tidak berfungsi.

Baca: Kecelakaan tunggal di Turunan Kaliwiru Banyumanik, Satu Lansia Terluka

"Nanti kita lihat hasil dari rekaman lensa 3D olah TKP. Satu per satu akan kami teliti datanya," ujar Catur.

Sebelumnya diberitakan, kecelakaan maut terjadi pada Sabtu (13/10/2018) sekitar pukul 16.15 WIB.

Kecelakaan tersebut bermula ketika bus pariwisata Mata Trans berpelat nomor AD 1417 DH yang dikemudikan Arif Hartanto (46) melaju dari arah barat ke timur (Semarang-Solo) dengan kecepatan tinggi.

Baca: Kagok Saat Berkendara, Lansia Ini Tabrak Trotoar di Kaliwiru Semarang

Setiba di lokasi kejadian, pengemudi mencoba menghindari kendaraan di depannya yang hendak belok kiri.

Pengemudi lepas kendali sehingga membuat bus oleng ke kanan melewati median jalan dan bertabrakan dengan mobil Isuzu Panther berpelat nomor AD 8447 KS yang dikemudikan Dwi Bagus Windarto (26) yang melaju dari arah timur ke barat (Solo-Semarang). (*)

Editor: suharno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help