Data KPA Ungkap Jumlah Gay di Kabupaten Pekalongan, Batang dan Kota Pekalongan 4.283 Orang

Fenomena penyuka sesama jenis kini merambah ke media sosial, bahkan muncul grup-grup baru di Facebook dan aplikasi WhatsApp

Data KPA Ungkap Jumlah Gay di Kabupaten Pekalongan, Batang dan Kota Pekalongan 4.283 Orang
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Fenomena penyuka sesama jenis kini merambah ke media sosial, bahkan muncul grup-grup baru di Facebook dan aplikasi WhatsApp.

Data terakhir tahun 2017 dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng, di Jateng terdapat 77.722 men Sex Men (MSM) atau gay.

Dari total jumlah tersebut, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang dan Pekalongan terdapat 4.283 orang gay.

Kabupaten Pekalongan terbilang terbanyak dibanding dua daerah lainya, pasalnya ada 1.840 orang gay, disusul Kabupaten Batang dengan 1.603 dan Kota Pekalongan 840 orang penyuka sesama lelaki.

Dikatakan Muhammad Iqbal Masruri, Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Pekalongan, kaum gay ada karena terjadi penyimpangan orientasi seksual.

"Data tersebut merupakan data 35 kota dan kabupaten di se Jawa Tengah, dan data tersebut akan berlanjut karena akan disatukan selama 5 tahun kedepan," katanya kepada Tribunjateng.com, Senin (15/10/2018).

Menurut estimasi data pada 2017 diterangkannya perlu dilakukan pencegahan-pencegahan agar jumlahnya tidak bertambah.

"Untuk itu kami terus melakukan sosialisasi, karena program KPA fokus pada pencegahan agar HIV Aids tidak menyebar, data 2005 hingga 2018, kasus HIV Aids tercatat ada 283 kasus, dan 44 persen atau sekitar 126 di antaranya meninggal dunia," jelasnya.

Sinergitas antar instansi, ditambahkan Iqbal perlu dilakukan untuk mencegah penyebaran HIV Aids, melalui hubungan seksual baik berbeda pasangan ataupun sesama jenis.

"Sinergi antar instansi memang belum ada, karena masing-masing daerah masih fokus menanggulangi kasus di wilayahnya. Namun melihat data terakhir, kami berharap kedepan bisa kami lakukan minimal di daerah yang berdekatan seperti Kota Pekalongan dan Kabupaten Batang, karena tidak bisa dipungkiri hubungan antar gay berperan dalam penularan HIV Aids," imbuhnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved