Liputan Khusus

31 Persen Startup Moncer Berasal dari Semarang

Indonesia merupakan pasar internet paling penting di Asia Tenggara karena ukurannya yang besar

31 Persen Startup Moncer Berasal dari Semarang
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi digital 

SEMARANG, TRIBUNJATENG.COM - Indonesia merupakan pasar internet paling penting di Asia Tenggara karena ukurannya yang besar, berkembangnya kelas menengah, dan semakin tumbuhnya populasi yang sadar dan cerdas akan digital.

Pengguna internet di Indonesia berada di kisaran 52%, dan sebagian besar diantaranya mengakses internet secara mobile selama 4 jam per hari. Saat ini terdapat 370 juta kartu SIM aktif di Indonesia, jauh lebih besar dari populasi Indonesia yang sudah mendekati angka 270 juta penduduk.

Ekonom Universitas Dipengoro Semarang, Shoimatul Fitria mengatakan, banyak faktor yang mendorong perkembangan industri digital di Indonesia

Sedangkan dari sisi konten munculnnya berbagai aplikasi, seperti fb, twitter, dan WA juga semakin mendorong perkembangan industry digital di Indonesia.

"Ini tentu saja akan menumbuhkan pertumbuhan ekonomi dan menarik investor ke dalam negeri termasuk ekosistem startup teknologi digital," imbuhnya.

Shoi demikian sapaan akrabnya menambahkan, berdasarkan laporan dari Oxford Economics menyebutkan bahwa keberadaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan jumlah lapangan kerja di Indonesia.

Data dari situs startupranking.com mencatat bahwa saat ini terdapat 1463 start-up di Indonesia. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah start-up terbesar ketiga di dunia, hanya kalah dari Amerika Serikat dan India. Menariknya, tren pertumbuhan start-up ini dipelopori oleh para generasi muda yang memiliki semangat sociopreneurship.

Jawa Tengah sendiri memiliki potensi yang sangat besar, di tahun 2017 dari gerakan 1000 startup, 31 persen startup yang moncer berasal dari Semarang, Jawa Tengah, yaitu ada Tumbasin, Lindungi hutan, dan Sampah muda dan semuanya digerakan oleh anak anak muda yang kreatif.

Menurutnya, di Semarang sendiri pertumbuhan komunitas komunitas startup juga semakin marak hal ini didukung dengan munculnya coworking space coworking space yang mewadahi anak anak muda untuk berkumpul, berkolaborasi , menyatukan ide dan networking membangun bisnis digital.

Selain itu juga bermunculan incubator incubator bisnis berbasis technologi digital di perguruan tinggi juga semakin membuat ekosistem ekonomi digital semakin berkembang.

Tentunya perkembangan ekosistem bisnis technology digital ini juga harus mendapat dukungan dari pihak pemerintah. Jawa Tengah merupakan salah satu propinsi yang besar di Indonesia, tentunya juga dengan jumlah penduduk yang besar pula.

Saat ini Jawa tengah harus mampu menangkap peluang bisnis digital technology untuk mengenjot pertumbuahan ekonominya. (Tim)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved