TMMD Batang

TMMD Batang Coba Angkat Cerita Mistis Masyarakat Alas Roban

“Angker” Kawasan hutan jati di Plelen, Gringsing dikenal sebagai tempat pembuangan mayat korban dari penembak misterius (Petrus) pada 1980-an.

TMMD Batang Coba Angkat Cerita Mistis Masyarakat Alas Roban
ISTIMEWA
“Angker” Kawasan hutan jati di Plelen, Gringsing cukup dikenal sebagai tempat pembuangan mayat korban dari penembak misterius (Petrus) pada tahun 1980-an. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG – “Angker” Kawasan hutan jati di Plelen, Gringsing cukup dikenal sebagai tempat pembuangan mayat korban dari penembak misterius (Petrus) pada tahun 1980-an.

Tak hanya itu, daerah tersebut sudah sering terjadi kecelakaan lalu-lintas yang memakan banyak korban jiwa.

Lalu, muncul cerita-cerita mistis yang dihubungkan beredar di masyarakat, penampakan kuntilanak, pocong sampai genderuwo.

Di Jalan Raya Alas Roban, pernah dikenal rawan tindak kejahatan di malam hari, begal sampai bajing loncat.

Mereka baru berani melintasi ketika pukul 05.00 WIB, kalau pun ada yang berani melintas malam, harus menunggu kendaraan lainnya minimal enam kendaraan.

Sekarang cerita angker dan rawan kejahatan secara perlahan mulai hilang di benak pelintas Alas Roban dan di sekitar pinggir jalan sudah banyak orang berdagang.

Termasuk warga di Desa Durenombo Kecamatan Subah mengeramatkan salah satu pohon jati berusia ratusan tahun “Pohon Jati Pandawa Lima”.

Lokasi terletak di pertengahan jalan tembus baru yang sedang dibangun dan di atas perbukitan, menghubungkan antara Dusun Durenombo ke Durensari.

TMMD Reguler 103 Kodim Batang sedang mengeraskan jalan sepanjang 2,8 kilometer dan akan ditingkatkan selanjutnya melalui pengaspalan.

Masyarakat mempercayai penunggu pohon dari alam gaib bernama Mbah Pandawa Lima (penguasanya).

Banyak kejadian aneh, seperti truk pengangkut material jalan terguling, Beghu macet padahal sudah didatangkan teknisi dan tidak ada indikasi kerusakan, maupun pengendara motor terjatuh karena tidak permisi dan berkata jorok.

Namun setelah Kadus 1 Durenombo, Fahrudin (53) menggelar ritual selamatan, berbagai kendala tersebut dapat dihindari.

Terlihat Serka Aan Setyawan, Ketua Penerangan Kodim 0713 Brebes meminta izin sebelum mendokumentasikannya.

“Yang penting mengucapkan salam saat melewati pohon yang letaknya tepat di tepian jalan yang sedang dibangun Pak TNI dan warga. InsyaAllah jalan akan rampung tepat waktu,” himbaunya.(*)

Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved