Bukopin Bakal Terbitkan Obligasi Perbankan Siap Ramaikan Perburuan Pendanaan di Bursa

Direktur Keuangan Bukopin, Rachmat Kaimuddin menyebut, setidaknya tahun depan bank berkode saham BBKP itu akan mencari dana

Bukopin Bakal Terbitkan Obligasi Perbankan Siap Ramaikan Perburuan Pendanaan di Bursa
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Sejumlah bank tengah mempersiapkan rencana pengembangan bisnis dan ekspansi pada tahun depan. Bank Bukopin misalnya yang berencana mencari pendanaan serta penguatan modal pada 2019.

Direktur Keuangan Bukopin, Rachmat Kaimuddin menyebut, setidaknya tahun depan bank berkode saham BBKP itu akan mencari dana sebesar Rp 1,5 triliun di pasar modal. Menurut dia, instrumen yang paling memungkinkan untuk mencari pendanaan itu antara lain dengan menerbitkan obligasi subordinasi alias subdebt.

Langkah itu juga berkaitan dengan refinancing subdebt Bank Bukopin sebesar Rp 1,5 triliun yang jatuh tempo pada Maret 2019.

Lantaran kondisi pasar saat ini masih cenderung naik turun alias volatil, kemungkinan besar penguatan modal Bukopin bakal dilakukan secara kombinasi.

Setidaknya, Bank Bukopin berencana untuk menggelar satu aksi korporasi pada kuartal pertama 2019.
"Secara umum ada subdebt yang jatuh tempo. Bentuk refinancing bisa sebagian dari sekuritisasi, obligasi atau subdebt," katanya, Selasa (16/10) malam.

Divestasi

Sebelumnya, Bukopin juga berencana melakukan divestasi saham anak usahanya, yakni PT Bank Syariah Bukopin sebesar 40 persen pada tahun ini.

Namun, rencana tersebut terpaksa mundur lantaran kondisi pasar yang belum menarik, ditambah masuknya pemegang saham baru.

PT Bank OCBC NISP Tbk juga berniat melakukan aksi korporasi pada tahun depan. Presiden Direktur OCBC NISP Parwati Surjaudaja mengatakan, setidaknya ada kemungkinan pencarian dana sebesar Rp 7 triliun pada 2019.
OCBC masih tertarik menerbitkan lagi surat utang berwawasan lingkungan (green bond). Tahun ini, OCBC berencana merilis green bond senilai Rp 2 triliun pada Oktober.

PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) juga mengincar tambahan modal sebesar Rp 2,9 triliun pada tahun depan.

Pendanaan itu terdiri dari rencana rights issue sebesar Rp 600 miliar pada semester II/2019. Selain itu, ada pula rencana divestasi saham Pemprov Banten di Bank Jawa Barat dan Banten (BJB) sebanyak 5,3 persen dengan target dana sekitar Rp 1 triliun. (Kontan/Marshall Sautlan)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved