SMKN 8 Semarang Dorong Pengiriman Tenaga Kerja ke Jepang

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin mengungkapkan adanya fasilitasi Kementerian Ketenagakerjaan melalui dinas terkait

SMKN 8 Semarang Dorong Pengiriman Tenaga Kerja ke Jepang
TRIBUN JATENG/DWI LAYLA
Dimas Bagas Prakoso dan Syafara Putri Nada, pelajar Rekayasa Perangkat Lunak SMK 8 Semarang menunjukkan aplikasi karya para siswa, Kamis (18/10/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Dwi Laylatur Rosyidah

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin mengungkapkan adanya fasilitasi Kementerian Ketenagakerjaan melalui dinas terkait untuk pengiriman tenaga kerja ke Jepang.

Hal tersebut dijelaskannya saat berkunjung ke Expo Product SMKN 8 Semarang, Kamis (18/10/2018).

Pada pameran karya siswa utamanya di bidang teknologi itu, dirinya mendorong agar siswa menggunakan teknologi dengan baik.

Bahkan dengan teknologi bisa saja menjadi langkah untuk mendukung Jawa Tengah yang mempunyai basis desa agar lebih berkembang.

Apalagi jika kemampuan teknologi para siswa ini dipadukan dengan penguasaan Bahasa Jepang, maka akan memudahkan untuk mendorong penyaluran sumber daya manusia ke sana.

Sebab pengiriman tenaga kerja ke Jepang diperuntukkan untuk bidang industri.

"Penyaluran tenaga kerja ke sana bukan untuk bekerja di rumah, tapi tenaga kerja di industri. Apalagi di sini Jawa Timur dan Jawa Tengah ditunjuk untuk menjadi prionir," ujarnya.

Yasin menjelaskan gaji yang diterima di sana cukup tinggi untuk bidang-bidang yang akan dituju, yaitu pengembangan inovasi, otomotif serta pertanian.

Sehingga dia menghimbau untuk kelak bisa menyimpan gaji dan menjadikannya bekal untuk dikembangkan lagi.

Daerah Sukolilo di Pati dijadikannya contoh, di mana para tenaga kerjanya mampu mengembangkan desa usai bekerja di luar negeri.

"Selepas tiga hingga empat tahun di sana dan dirasa cukup, jangan lupa untuk kembali dan mengaplikasikan ilmunya di sini, seperti wilayah Sukolilo Pati," jelasnya.

Menyikapi hal itu, kepala SMKN 8 Semarang Luluk Wibowo menuturkan sudah melakukan upaya percepatan dengan adanya pembelajaran Bahasa Jepang.

"Untuk percepatan, yang kelas 12 sudah diarahkan ke sana (belajar Bahasa Jepang, red) untuk mengantisipasi kebutuhan. Bahkan sudah berjalan satu semester terakhir ini," jelasnya. (*)

Penulis: Dwi Laylatur Rosyidah
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved